Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Review 'One Night Only': Romansa Komedi Seks Tanpa Adegan Seks, Menawan Tapi Gagal Satukan Cinta dan Distopia

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 00:15 WIB | Oleh:

Jika memang dimaksudkan sebagai sindiran terhadap lemahnya aktivisme politik modern, film ini mungkin berhasil. Namun yang lebih terasa justru kebingungan arah. Berbagai sasaran kritik—mulai dari konservatisme agama, kapitalisme, hingga pertarungan politik kanan dan kiri—sekadar disentuh tanpa pernah dibahas secara mendalam.

Ironisnya, film yang dipasarkan sebagai komedi seks hampir tidak menampilkan adegan seks sama sekali. Bukan berarti setiap film wajib menampilkan adegan tersebut, tetapi absennya elemen itu membuat pesan yang muncul justru terasa mengarah pada sikap pro-abstinensi. Seiring cerita berjalan, nuansa romantis perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih menyeramkan.

Menunggu momen yang tepat demi cinta memang bisa terasa romantis. Namun ketika penantian itu dipaksakan negara dengan ancaman hukuman penjara, gagasan tersebut menjadi jauh dari menggemaskan.

Pada akhirnya, One Night Only terlalu sibuk mempertahankan gimmick ceritanya hingga lupa membangun fondasi emosional yang kuat. Premisnya terlalu besar untuk sekadar menjadi mesin penggerak komedi romantis, tetapi juga tidak cukup serius untuk benar-benar menjadi film distopia yang menggugah.

Meski begitu, penampilan Callum Turner tetap memancarkan karisma tenang yang menarik sebagai pemeran utama. Monica Barbaro juga tampil membumi dengan karakter yang tajam dan hangat, membuat penonton berharap keduanya dipertemukan dalam proyek lain dengan cerita yang lebih sederhana.

Sinematografi garapan Yaron Orbach turut menjadi nilai tambah lewat visual New York yang tampak indah bak kartu pos, menghadirkan suasana romantis bahkan di tengah malam musim panas.

Namun, di tengah situasi politik Amerika yang masih dipenuhi perdebatan mengenai hak reproduksi, premis One Night Only justru terasa lebih dekat dengan mimpi buruk dibanding fantasi romantis. Alih-alih menghadirkan pelarian yang menyenangkan, film ini malah memunculkan bayangan tentang masa depan yang mengkhawatirkan.

Itulah sebabnya kritik Variety menilai One Night Only memilih genre yang keliru. Alih-alih hanya berakhir pada kisah cinta dua tokoh yang tunduk pada aturan, film ini mungkin akan jauh lebih memuaskan bila berani membawa mereka melawan sistem yang membatasi kebebasan mereka sepenuhnya. Sebuah tuntutan besar memang untuk komedi romantis musim panas, tetapi sejak awal One Night Only sendiri sudah meminta terlalu banyak dari para penontonnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG: El Nino Sangat Kuat S...
Daerah
Kementerian PU Laksanakan O...

AMI Awards 2026 Umumkan 67 Kategori Nominasi

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
AMI Awards 2026 Umumkan 67 ...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.