Kolaborasi Sinergis MUI dan AMREI Gelar “Risk-Based Performance Management Trainng'
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 17:30 WIB | Oleh: SriyonoArtinya, setiap target kinerja harus dipandang dari dua sisi sekaligus. Pertama, apa target yang ingin dicapai? Kedua, apa risiko yang dapat menghalangi pencapaian target tersebut? Oleh karena itu, setiap Key Performance Indicator (KPI) harus memiliki pasangan berupa Key Risk Indicator (KRI).
"Games" Menarik
Setelah seremoni pembukaan training, Sekretaris AMREI, Mohamad Soleh, S.Psi., M.M., yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan organisasi seperti pelatihan nasional dan seminar terkait budaya sadar risiko di sektor energi memimpin acara. Ia pun memperkenalkan diri dan menjelaskan bagaimana pentingnya pemahaman soal manajemen risiko ini
M. Soleh mengawali dengan praktik menajemen risiko dengan membuat kelompok peserta menjadi enam kelompok. Semua kelompok mendapat permainan tau games yang seru dengan menggunakan Jenga Block dan Boardgame. Dalam game ini kelompok peserta harus memikirkan setiap risiko dari langkah yang diambil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pola pelathan manajemen risiko yang diawali dengan praktik games ini memudahkan peserta untuk nantinya memahami teori dan langkah-langkah strategis yang akan diambil dalam menjalankan roda organisasi di MUI.
“Kita kedepankan dulu praktik melalui games. Ini sengaja kita lakukan dan terbukti peserta sangat bergairah, dan ingin tahu lebih jauh apa dan bagaimana sesungguhnya manajemen risiko itu diterapkan,” kata M.Soleh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!