Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era AI Makin Dekat, Kemkomdigi Targetkan Jaringan 5G Menjangkau Seluruh Indonesia pada 2029

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 02:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Era AI Makin Dekat, Kemkomdigi Targetkan Jaringan 5G Menjangkau Seluruh Indonesia pada 2029 Doc: Antara
Ket. Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail.

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyasar agar cakupan 5G nasional bisa terwujud di 2029, sehingga ke depannya optimalisasi pemanfaatan teknologi terkini seperti kecerdasan artifisial (AI) dapat tercipta bagi masyarakat Indonesia.

"Roadmap 5G harus kita percepat. Kita berharap pada 2029 cakupan 5G di Indonesia terus berkembang sampai ke pelosok-pelosok tanah air. Ini penting karena dunia sedang bergerak menuju ekonomi berbasis AI, sehingga infrastruktur digital harus mampu mengimbangi kebutuhan tersebut," ujar Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail dalam keterangannya yang diterima dan dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis (6/8).

Ismail mengatakan tak dipungkiri bahwa perkembangan AI sebagai teknologi terkini ikut mempengaruhi arah pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.

Salah satunya ialah mengubah pandangan bahwa kini infrastruktur digital tidak lagi berfungsi menunjang sebagai sarana komunikasi, tapi juga menjadi fondasi produktivitas, inovasi, dan daya saing nasional khususnya di era AI.

Apabila membahas infrastruktur digital yang ada, sebenarnya Indonesia sendiri menurut Ismail sudah memiliki fondasi berupa jaringan tulang punggung serat optik yang cukup andal.

Jaringan serat optik nasional telah membentang lebih dari satu juta kilometer, termasuk kabel bawah laut yang menghubungkan berbagai pulau di Indonesia.

Agar fondasi yang sudah ada itu semakin optimal, maka pembangunan infrastruktur digital berikutnya lebih diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan ketahanan jaringan sehingga mampu mendukung layanan digital generasi baru.

"Tantangan kita bukan lagi sekadar memperluas jaringan dasar. Yang kita bangun sekarang adalah infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital berbasis AI," ujar Ismail.

Tidak hanya mengubah cara pandang mengenai infrastruktur digital, perkembangan AI ternyata turut mengubah cara membangun industri telekomunikasi.

Jika sebelumnya para penyelenggara telekomunikasi berfokus menyediakan kapasitas bandwidth, kini layanan mereka harus mampu menopang layanan AI cloud, komputasi berkinerja tinggi, Internet of Things, serta berbagai aplikasi digital yang meningkatkan produktivitas masyarakat dan dunia usaha.

"Dulu operator menjual bandwidth. Sekarang infrastruktur harus mampu mendukung layanan AI cloud dan berbagai aplikasi produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri," kata Sekjen Kemkomdigi itu.

Dengan segala perubahan cara pandang hingga pengembangan industri, maka dari itu percepatan implementasi 5G secara nasional tidak lagi terelakkan.

Agar dapat mewujudkan konektivitas 5G secara nasional tersebut, Ismail mengatakan maka dari itu pemerintah terus berupaya mengakomodir kebijakan yang memberikan kepastian investasi bagi para penyelenggara telekomunikasi.

Upaya terbaru ialah dengan menyediakan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menggunakan skema biaya yang lebih terjangkau, sehingga tidak menjadi hambatan bagi percepatan pembangunan jaringan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Daerah
Ornamen Bendera Merah Putih...
Nasional
Warga Hadapi Paparan Debu A...
Ekonomi
BTN dan BRIN Bangun Kolabor...
Megapolitan
 Heboh, Gedung Bapenda DKI ...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.