Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KADIN: Tanjungpinang Berpotensi Jadi Magnet Investasi, Kepastian Hukum Jadi Kunci.

📅 Senin, 29 Jun 2026, 10:17 WIB | Oleh:
KADIN: Tanjungpinang Berpotensi Jadi Magnet Investasi, Kepastian Hukum Jadi Kunci. Doc: Antara Foto
Ket. Lahan kosong di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepri.

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menyebutkan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berpotensi besar menarik investasi karena masih memiliki lahan yang sangat luas untuk dijadikan kawasan industri.

"Lahan di Tanjungpinang masih banyak dan dapat menjadi hak milik, sehingga potensial menarik investasi dari dalam maupun luar negeri," kata Ketua KADIN Tanjungpinang Ade Angga di Tanjungpinang, Minggu.

Ade Angga yang juga Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang itu menyampaikan saat ini DPRD bersama Pemkot Tanjungpinang tengah menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Industri.

Perda ini akan segera disahkan guna memudahkan masuknya investor ke kota Gurindam tersebut.

Dalam Perda itu, kata dia, ada sekitar 1.147 hektar lahan kosong yang bisa dikembangkan untuk kawasan industri, tersebar di tiga kecamatan setempat.

Sebagian besar lahan itu berada di wilayah Pulau Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, seluas 769,30 hektare, yang diperuntukkan untuk kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas hingga galangan dan perbaikan kapal.

Selain itu, ada pula kawasan industri halal, logistik, manufaktur, cold storage, pengolahan makanan, teknologi tinggi, serta bioteknologi.

Kemudian, sebagian kecil lahan berada di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Kota seluas 16,39 hektare, dan 361,30 hektare di Kecamatan Tanjungpinang Timur seluas 361,30 hektare, diperuntukkan untuk industri eco industrial, pelabuhan, hingga metro industrial park.

"Perda ini tidak hanya memetakan wilayah kawasan industri, namun juga untuk mengetahui ketersediaan lahan untuk investasi," ucap Ade.

Lanjutnya mengatakan KADIN siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan investasi, karena ekonomi Tanjungpinang sebagai pusat ibukota Provinsi Kepri itu cenderung melandai dari waktu ke waktu.

Menurutnya harus ada terobosan baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang, salah satunya dengan pembangunan kawasan industri, seperti di Batam dan Bintan yang semakin berkembang.

"Namun, semakin hari lahan komersil di Batam terus berkurang, sehingga investor berpotensi masuk ke Tanjungpinang," ujarnya.

Angga menambahkan KADIN Tanjungpinang telah bertemu dengan Konsulat Singapura untuk difasilitasi berkomunikasi dengan jaringan usaha yang ada di Singapura.

Ia menjamin sudah ada beberapa investor dari negara tetangga itu berniat berinvestasi di Tanjungpinang, salah satunya berkaitan dengan industri halal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Aldila Sutjiadi Sebut Gelar...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026

Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.