Dampak Revitalisasi Kali Cakung Lama, Warga Pegangsaan Dua Mengaku Tembok Rumah Retak.
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 05:59 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Warga Kampung Rawa Indah, RT 04/03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengeluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung Lama yang membuat tembok sejumlah rumah di beberapa RT dan Masjid Jami Al-Husna retak-retak.
“Keretakan tembok dan bangunan terjadi diduga akibat adanya aktivitas pengerjaan revitalisasi Kali Cakung Lama, Kecamatan Kelapa Gading yang sudah berjalan sejak November 2025,” kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Husna Muhammad Ridho, di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan dampak proyek pembangunan turap kali, juga mengakibatkan adanya keretakan akses jalan di depan masjid.
"Selain itu saat pekerjaan banyak debu yang meresahkan warga. Kontur tanahnya masjid ini jadi miring, karena ini dilewati oleh alat berat,” kata dia lagi.
Dia menjelaskan kerusakan tembok dan akses jalan di depan masjid tersebut dampak pengerjaan proyek normalisasi kali dan kendaraan serta alat berat yang melintas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Truk lewat setiap hari untuk mengeruk sedimen lumpur dan semua jalanan ambles, karena mobil yang membawa tanah hampir setiap hari melintas saat ada pengerukan.
Warga berharap agar pengerjaan revitalisasi kali tersebut cepat selesai. Pasalnya, dampak negatif yang dirasakan warga sangat banyak.
"Kami warga ingin secepatnya rampung pengerjaan ini dan ingin seperti sedia kala, artinya diperbaiki seperti sedia kala," kata dia.
Ia mengaku sisi positif dari adanya pengerjaan revitalisasi kali tersebut karena kali ini akhirnya bisa dikeruk dan diperbaiki.
"Jadi ada plusnya banyak, tapi negatifnya. Artinya manfaatnya juga banyak, dampaknya juga ada. Tapi harusnya mereka agak peka dalam proses pembangunan, lihat bangunan satu persatu," kata dia pula.
Dia mengatakan revitalisasi kali tersebut merupakan proyek Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.
Ketua RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Roni mengaku dampak yang dirasakan warga, mengingat sudah banyak sekali yang dikeluhkan kepadanya.
"Kami ingin kontraktor ini duduk bareng, cari solusi terbaik seperti apa nanti," katanya pula.
Menurut dia, revitalisasi kali tersebut sudah diusulkan warga sejak tahun 201, namun baru terealisasi saat ini .
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!