Orang Tua Pilih Bekerja Dekat Rumah untuk Kurangi Beban Pengasuhan Anak Saat Libur Sekolah
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 19:53 WIB | Oleh: Haryo BronoBahkan, 18 persen responden mengaku menghabiskan seluruh jatah cuti tahunan mereka untuk kebutuhan pengasuhan selama periode tersebut.
Penyesuaian juga dilakukan terhadap jam dan pola kerja. Sebanyak 22 persen orang tua mengurangi jumlah rapat atau panggilan kerja, atau memilih menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam. Sebanyak 21 persen lainnya memilih memulai hari kerja lebih awal agar pekerjaan tetap dapat diselesaikan.
Bekerja Lebih Dekat dengan Rumah
Di tengah berbagai penyesuaian tersebut, bekerja lebih dekat dengan rumah menjadi salah satu pilihan yang dianggap dapat membantu orang tua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 83 persen responden menyatakan bersedia memanfaatkan ruang kerja fleksibel profesional yang lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggal apabila fasilitas tersebut disediakan oleh perusahaan.
Selain membantu pengaturan pengasuhan, 27 persen responden menilai kebijakan tersebut dapat memberi mereka lebih banyak waktu berkualitas bersama anak selama musim liburan.
Pilihan bekerja lebih dekat dengan rumah juga berpotensi mengurangi biaya transportasi. Sebanyak 69 persen orang tua yang disurvei mengatakan mereka dapat mengeluarkan biaya transportasi lebih rendah selama periode tersebut. Penghematan itu kemudian dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pengasuhan anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa fleksibilitas kerja tidak hanya berkaitan dengan lokasi bekerja, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap pengelolaan biaya dan waktu keluarga.
Kerja Hibrida Dinilai Menguntungkan Perusahaan
Manfaat kerja fleksibel tidak hanya dirasakan oleh pekerja. IWG bersama Arup dalam penelitian terbaru menemukan bahwa perusahaan yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menggunakan ruang kerja dan kantor lokal sebagai bagian dari strategi kerja hibrida berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 12 persen dalam lima tahun mendatang.
Pengaturan kerja fleksibel juga dinilai dapat membantu perusahaan mempertahankan karyawan. Penelitian tersebut menemukan bahwa fleksibilitas dapat menurunkan tingkat pengunduran diri secara sukarela hingga 20 persen di Amerika Serikat.
Dampaknya diperkirakan dapat menghasilkan penghematan hingga 22 miliar dolar AS per tahun pada 2030 dan mencapai 45 miliar dolar AS pada 2045.
Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan kerja fleksibel dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia, sekaligus membantu karyawan menghadapi kebutuhan keluarga yang berubah-ubah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!