Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Survei BI Ungkap Lonjakan Kredit Baru, Mesin Ekonomi Menggeliat

📅 Senin, 20 Jul 2026, 16:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Survei BI Ungkap Lonjakan Kredit Baru, Mesin Ekonomi Menggeliat Doc: ANTARA/ Andri Saputra.
Ket. Pedagang menyusun gerabah tanah liat di Pasar Higienis, Ternate, Maluku Utara, Selasa (14/7/2026).

JAKARTA – Penyaluran kredit baru menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur denyut aktivitas ekonomi. Peningkatan kredit menunjukkan optimisme pelaku usaha dan rumah tangga terhadap prospek ekonomi, sekaligus mencerminkan keberanian sektor perbankan dalam menyalurkan pembiayaan.

Namun, pertumbuhan kredit yang berkualitas tetap menjadi kunci, sehingga ekspansi pembiayaan tidak hanya mendorong konsumsi dan investasi dalam jangka pendek, tetapi juga menjaga stabilitas sistem keuangan melalui pengelolaan risiko yang prudent.

Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Perbankan mencatat penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mengalami peningkatan.

Nilai SBT kredit baru triwulan II 2026 tercatat sebesar 93,08 persen, lebih tinggi dibandingkan SBT 38,74 persen pada triwulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7), menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis penggunaan.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil survei, nilai SBT tercatat meningkat pada kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi masing-masing sebesar 94,34 persen, 93,51 persen, dan 83,67 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Peningkatan kredit konsumsi bersumber dari peningkatan permintaan pada kredit pemilikan rumah (KPR)/kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan SBT 78,20 persen, kredit kendaraan bermotor (SBT 67,95 persen), kredit multiguna (SBT 69,71 persen), dan kredit tanpa agunan (SBT 49,70 persen).

Sementara itu, permintaan kartu kredit (SBT 30,18 persen) mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Adapun pada triwulan III 2026, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh dengan SBT sebesar 84,65 persen.

Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan III 2026 diprakirakan masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan kredit konsumsi.

Mengenai kebijakan penyaluran kredit, perbankan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit baru di triwulan II 2026 dibandingkan triwulan I 2026. Hal ini tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 1,03.

Kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tersebut, antara lain pada aspek suku bunga kredit, plafon kredit, perjanjian kredit, jangka waktu kredit, dan biaya persetujuan kredit.

Pada triwulan III 2026, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar, dengan ILS negatif sebesar 2,25.

Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. Kondisi ini didukung prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap positif serta risiko dalam penyaluran kredit yang terjaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Kebakaran Hutan di Spanyol,...

Puhiri Merapat ke Persis Solo untuk Kompetisi Mendatang

13 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Puhiri Merapat ke Persis So...

300 Hektare Capaian Luas Izin Usaha Pertambangan di Blora

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
300 Hektare Capaian Luas Iz...
Luar Negeri
Trump Perintahkan Pemberlak...

Naik Hampir 200 Persen Investasi Bauksit

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Naik Hampir 200 Persen Inve...
Nasional
Bapanas Ajak Pemda Jaga Sta...
Luar Negeri
Uni Eropa Dukung Konservasi...
Olahraga
Persis Solo Datangkan Teren...
Megapolitan
Layanan SIM Keliling di Jak...
Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.