Kisah Ali Muhtar, Mantan Karyawan Supermarket yang Bangun PAUD dari Uang Pesangon.
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 11:11 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKeterbatasan dan tantangan yang dialami Ali dan para pendidik di Bidara Cina mengundang kepedulian pihak luar. Sebuah lokakarya kemudian digelar oleh Unit TJSL BUMN kelompok IDSurvey bersama Yayasan SUKRI lewat Program PERMATA (Perempuan Mandiri, Tangguh, dan Berdaya) khusus bagi para guru PAUD di Bidara Cina.
Sebanyak 20 guru mengikuti lokakarya itu, yang menggabungkan sesi berbagi pengalaman dan pelatihan membuat alat peraga edukatif, selama dua hari. Mereka berkesempatan untuk saling mendengarkan, beberapa di antaranya mengaku lebih lega setelah menceritakan beban yang selama ini dipendam.
Bagi Ali Muhtar dan para guru PAUD Umi Az Zahro, dukungan pihak lain dalam bentuk apa pun menjadi penyemangat mereka untuk terus mempertahankan keberadaan sekolah bagi anak-anak usia dini.
Namun, pekerjaan sesungguhnya selalu dimulai ketika pagi datang. Saat aroma makanan kembali memenuhi gang-gang Bidara Cina, pintu PAUD Umi Az Zahro kembali dibuka. Anak-anak datang satu per satu dengan tas kecil di punggung mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah murid memang sedikit. Iuran yang dibayarkan orang tua dan bantuan pemerintah belum dapat menutup seluruh biaya operasional sekolah. Namun bagi Ali, keadaan itu belum cukup menjadi alasan untuk menutup ruang belajar yang telah dirintisnya.
Memang hanya ada dua anak yang duduk di ruang kelas PAUD Umi Az Zahro setiap pagi, tetapi bukan berarti masa depan mereka tak layak untuk diperjuangkan.
"Orang baik adalah orang yang bermanfaat buat orang lain," kata Ali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!