Sumut Punya Gebrakan Baru! Peternakan Didorong Jadi Sektor Modern dan Kompetitif
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 06:29 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoMEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat komitmen membangun sektor peternakan yang maju, produktif, dan berdaya saing.
"Kegiatan ini momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, dan tenaga kesehatan hewan," ucap Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor saat membuka Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026 tingkat Sumatera Utara di Lapangan Astaka Pancing, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu.
Selain itu, lanjut dia, momentum untuk memperkuat peternak, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung target Indonesia bebas rabies pada 2030.
Pihaknya mengatakan, Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026 bukan sekadar seremonial, melainkan membangun sektor peternakan dan meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama, dan mencurahkan tenaga serta pikirannya sehingga kegiatan ini terselenggara dengan baik,” ujar dia.
Ia juga menyebutkan, pembangunan peternakan harus diarahkan agar semakin produktif, berdaya saing, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.
"Peternakan yang maju, masyarakat sehat. Kita juga ingin mendorong peternakan di Sumatera Utara naik kelas melalui peningkatan kualitas bibit, pakan yang sehat, hilirisasi, serta penguatan kesehatan hewan dan masyarakat,” katanya.
Timur juga menegaskan, pengendalian rabies membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai pemerintah, tenaga kesehatan hewan, organisasi profesi hingga pemilik hewan peliharaan.
Bulan Bakti Peternakan tahun ini digelar berbagai kegiatan, di antaranya kontes hewan kesayangan, khususnya anjing dan kucing memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara pada 26–27 September 2026.
Sedangkan World Rabies Day 2026, Pemprov Sumut melaksanakan pelayanan pengobatan dan vaksinasi rabies massal target 15.000 ekor hewan secara gratis, serta pengendalian populasi hewan melalui kastrasi dan sterilisasi kucing maupun anjing.
"Sinergi pemerintah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat harus terus diperkuat. Karena tantangan di sektor peternakan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja," tutur Timur.
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut Chalikul Bahri mengapesiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan World Rabies Day 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan rabies dan kesejahteraan hewan.
"Rabies adalah penyakit yang dapat dicegah, tetapi tetap memerlukan kewaspadaan, kedisiplinan, dan kerja sama dari semua pihak," kata Chalikul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!