Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir sebelum Hadapi Serangan Mematikan AS
📅 Selasa, 04 Agu 2026, 20:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMenyebut Teheran "bermuka dua" karena "secara terbuka dan bangga" mengatakan bahwa mereka tidak bernegosiasi, Trump menulis di media sosial: "Apakah Iran ingin mengakuinya atau tidak, kita sebenarnya sedang membicarakan solusi untuk masalah yang telah mereka sebabkan selama beberapa dekade."
Ia menunjuk pada blokade balasan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan menambahkan: “Tidak ada yang bisa masuk ke Iran, kecuali jika kita menginginkannya, dan tidak akan ada yang bisa masuk, kecuali jika tercapai Kesepakatan, atau Penyerahan Total.”
Sebelum perang, terdapat jalur bebas melalui Hormuz, tetapi Iran sekarang bersikeras untuk mempertahankan kendali dan mengenakan biaya, sesuatu yang ditolak oleh AS.
Teheran menolak untuk mengizinkan kapal-kapal berlayar melalui rute apa pun selain rute yang mengikuti garis pantai Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada hari Minggu, Baqaei mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa kesepakatan hampir tercapai mengenai pengelolaan Hormuz bersama dengan Oman, yang berada di sisi lain jalur air yang sempit itu.
“Kita sekarang akan mencapai kesepahaman tentang rute yang dapat diterima oleh kedua belah pihak — bukan rute utara maupun rute selatan — tetapi rute yang menghormati hak kedaulatan kedua belah pihak dan melindungi kepentingan dan keamanan nasional kita,” katanya.
Namun ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak berarti pembukaan kembali selat tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Denuklirisasi Harus Terjadi
Presiden AS mengatakan pada awal konflik bahwa perang itu perlu untuk menangani program nuklir Iran dan ia mengulangi pada hari Senin bahwa "denuklirisasi Iran harus terjadi."
Negara-negara Barat menuduh Iran berupaya membuat bom, meskipun Teheran bersikeras bahwa program tersebut sepenuhnya bersifat sipil.
Berbicara kepada wartawan di Air Force One pada akhir pekan, Trump mengatakan bahwa ia telah diminta oleh Iran serta mitra regional AS untuk menunda serangan lebih lanjut, yang menurutnya akan menjadi "serangan terbesar sejak Perang Dunia II."
Media Iran membantah bahwa Teheran telah meminta Trump untuk tidak menyerang.
Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya gagal bulan lalu. Kesepakatan itu seharusnya membuka Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang membawa ekspor energi vital dari Teluk untuk memenuhi kebutuhan ekonomi global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!