Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Dunia Serukan Negara-negara Berkembang untuk Rangkul “AI” atau Akan Tertinggal

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 21:50 WIB | Oleh:

"AI menghadirkan peluang sekali seumur hidup untuk memecahkan masalah yang selama beberapa generasi sulit dipecahkan," imbuh dia.

Bagi 6,8 miliar orang ataui 83 persen dari umat manusia, yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang, alat AI perlu diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Laporan ini membagikan contoh aplikasi AI dalam tata kelola pemerintahan, seperti untuk meningkatkan volume pemeriksaan diabetes di Bangladesh, atau dalam mengurangi biaya bagi petani India melalui prakiraan cuaca tingkat lanjut.

Laporan tersebut pun menekankan bahwa solusi-solusi tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan kondisi masyarakat saat ini.

"Sebagai contoh, solusi AI perlu disampaikan melalui panggilan suara di telepon seluler dasar bagi mereka yang tidak bisa membaca atau tidak mampu membeli ponsel pintar," demikian pernyataan tersebut.

"Mengimpor model AI saja tidak berarti model tersebut akan berfungsi dengan baik secara lokal."

Peringatan Keras

Laporan tersebut menyerukan agar para pembuat kebijakan juga membangun kepercayaan publik seiring dengan perluasan penggunaan AI.

"Peningkatan layanan publik dan hasil pembelajaran yang lebih baik di sekolah akan memperkuat kepercayaan, tetapi jika AI menanamkan bias dalam keputusan pemerintah atau mengikis privasi data, kepercayaan itu akan sulit dipulihkan," kata pernyataan tersebut.

Laporan tersebut juga menyampaikan peringatan keras: "AI dapat memperlebar kesenjangan antar negara, meningkatkan ketidaksetaraan di dalamnya, memusatkan kekuatan pasar, melemahkan kepercayaan pada lembaga publik, dan menciptakan risiko baru bagi keselamatan, hak, dan kohesi sosial."

Dan meskipun risiko terhadap lapangan kerja di negara berkembang saat ini rendah, laporan tersebut memperingatkan bahwa dalam jangka panjang, alat-alat AI dapat memutus mobilitas ekonomi dengan menghilangkan banyak pekerjaan kelas menengah yang memungkinkan mobilitas tersebut.

Laporan tersebut ditulis dengan bantuan beberapa perangkat AI tercanggih di dunia, termasuk produk dari OpenAI, DeepSeek, Google, dan Anthropic, menurut sebuah pengungkapan. ils/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Trump Tolak Pembentukan Lem...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.