Tanpa Lompatan Teknologi, Produksi Garam Nasional Sulit Kejar Kebutuhan Industri
📅 Senin, 03 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Tanpa pembenahan mendasar dari hulu ke hilir, pemotongan impor secara mendadak justru memicu ancaman kelangkaan pasokan yang dapat mengganggu keberlangsungan industri manufaktur nasional,” jelasnya.
Akar masalahnya katanya adalah belum adanya pembedaan antara garam konsumsi dan garam industri. Garam konsumsi rumah tangga sudah bisa dipenuhi petani lokal.
Masalah utama ada pada garam industri untuk sektor kimia, kertas, hingga makanan-minuman yang butuh kadar NaCl berkisar 97,5-99 persen dengan pengotor minim.
“Selama industri dalam negeri belum mampu memproduksi spesifikasi tinggi ini secara stabil, melarang impor hanya akan menurunkan mutu produk olahan nasional di pasar global,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menyoroti produksi garam rakyat yang masih bergantung pada penguapan alami. Produksi sangat rentan terhadap iklim, seperti saat La Niña.
“Menargetkan swasembada dalam waktu singkat tanpa adanya modernisasi masif seperti penerapan teknologi greenhouse garam dan pembangunan pabrik pemurnian di sentra petani adalah hal yang kurang realistis secara teknis,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!