Kesaksian Pilu Migran Ceuta: Demi Harapan, Diselamatkan dari Laut Lalu Dipukul di Daratan
📅 Senin, 03 Agu 2026, 07:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Mereka akan memanfaatkan situasi ini untuk mengklaim bahwa mereka telah membela Ceuta. Kami tidak menginginkan mereka di sini," kata seorang warga bernama Malika.
Menurut anggota Majelis Ceuta, Fatima Hamed Hossain, krisis ini telah memicu ketegangan di tengah masyarakat dan membuka ruang bagi kelompok ekstrem untuk memperkeruh keadaan.
Sementara itu, Said masih memegang satu harapan sederhana. Ia ingin mendapat tempat di pusat perlindungan, belajar bahasa Spanyol selama setahun, lalu bekerja sebagai tukang cukur ketika genap berusia 18 tahun.
Ia mengaku ketakutan terbesarnya adalah hidup tanpa dokumen resmi hingga seluruh mimpinya kandas sebelum sempat dimulai.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Yang saya butuhkan hanyalah kesempatan."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!