Siswa SMA dan SMK Hasilkan Pendapatan Rp483 Juta lewat Program Wirausaha Kreatif
📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 16:08 WIB | Oleh: Haryo BronoSembilan perusahaan siswa yang menjadi finalis PJI Company of the Year 2026 mengembangkan berbagai produk berdasarkan persoalan dan kebutuhan yang mereka temukan di lingkungan sekitar.
Sejumlah peserta mengolah pelepah pisang menjadi bioleather, sementara serat daun nanas dikembangkan menjadi perlengkapan rumah tangga. Material lain seperti tempurung kelapa, plastik daur ulang, dan bahan alami juga dimanfaatkan untuk menghasilkan produk fungsional.
Produk-produk tersebut tidak hanya mengedepankan aspek kreativitas, tetapi juga diarahkan untuk memiliki nilai tambah dan menjawab kebutuhan pasar.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, mengatakan pembentukan jiwa kewirausahaan sejak usia muda penting sebagai bekal menghadapi perubahan di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur. Namun menjadi entrepreneur bukan hanya sekadar mendirikan perusahaan, melainkan memiliki jiwa wirausaha dan tujuan yang jelas,” kata Irene.
Menurut Irene, program seperti Student Company memberikan ruang bagi pelajar untuk mencoba membangun usaha, bekerja sama, menerima masukan, hingga mengalami kegagalan dalam lingkungan pembelajaran.
Pengalaman tersebut dinilai dapat membantu peserta membangun kemampuan untuk bangkit, melakukan evaluasi, dan memperkuat ketangguhan sebagai calon wirausahawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Libatkan Dunia Industri
Kolaborasi dengan dunia industri menjadi salah satu bagian dari program tersebut. Zurich Indonesia, misalnya, memberikan pengalaman dan pengetahuan praktis kepada peserta melalui pendekatan skill-based volunteering.
Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, mengatakan pengalaman langsung dan akses terhadap pengetahuan dari industri penting dalam membangun wirausaha muda yang tangguh.
“Melalui Zurich Entrepreneurship Program, kami juga memberikan pengalaman, jejaring, serta keahlian para karyawan kami melalui pendekatan skill-based volunteering agar siswa memperoleh perspektif nyata mengenai bagaimana sebuah bisnis dibangun, dikembangkan, dan bertahan di tengah perubahan,” ujar Edhi.
Sementara itu, Starbucks Indonesia melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program menekankan pentingnya memahami kebutuhan pelanggan dalam mengembangkan inovasi.
Senior General Manager Corporate Communications PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia), Avolina Raharjanti, mengatakan kreativitas akan memiliki dampak lebih besar ketika mampu menjawab kebutuhan konsumen dan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!