Warga Rusun Marunda Hadirkan Koleksi Batik di IFW 2026
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 08:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Batik Marunda
JAKARTA - Warga perajin dari Rusunawa Marunda yang tergabung dalam jenama Batik Marunda menghadirkan koleksi batik betawi bertajuk "Aku, Jakarta" di panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Koleksi tersebut dihadirkan dalam rangkaian Perayaan 500 tahun Kota Jakarta di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/7) malam.
Pembina Batik Marunda, Irma G. Sinurat, mengatakan koleksi tersebut merupakan persembahan dari warga Jakarta untuk kota yang telah menjadi tempat mereka tumbuh dan berkarya.
"Aku, Jakarta adalah cerita tentang kami sebagai orang Jakarta. Batik Marunda diproduksi di Jakarta oleh orang Jakarta. Jadi, benar-benar karya warga Jakarta," kata Irma dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Melalui sembilan rancangan busana dengan signature look "Sampir Jakarta – The Jakarta Drape", karya para perajin Rusunawa Marunda itu menjadi medium untuk menceritakan identitas ibu kota sekaligus menunjukkan bahwa Jakarta juga memiliki batik yang lahir dari tangan warganya sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, koleksi itu disiapkan sebagai hadiah bagi Jakarta yang memasuki usia lima abad.
Kisah perjalanan ibu kota diterjemahkan melalui selembar batik tulis dengan pendekatan yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas budayanya.
"Kami ingin memberikan sesuatu untuk lima abad Kota Jakarta. Rasanya ingin bercerita tentang Jakarta lewat sehelai kain sebagai hadiah untuk kota ini," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Batik Marunda memilih mengolah berbagai elemen khas Jakarta menjadi motif yang lebih kontemporer.
Inspirasi diambil dari bangunan bersejarah, museum, hingga unsur topeng Betawi. Sementara itu, ondel-ondel tidak ditampilkan secara utuh, melainkan diinterpretasikan menjadi elemen visual yang lebih urban.
Koleksi tahun ini didominasi perpaduan warna cokelat dan hijau yang dipilih mengikuti perkembangan tren fesyen sekaligus merepresentasikan karakter Jakarta.
Irma menjelaskan konsep "Sampir Jakarta – The Jakarta Drape" juga menyimpan makna filosofis. Kain yang disampirkan di bahu bukan sekadar pelengkap busana, melainkan simbol kehangatan dan keterbukaan.
"Kain yang disampirkan di bahu itu tidak membungkus atau menutup, tetapi memberi kehangatan. Kami berharap Jakarta juga menjadi kota yang terbuka dan selalu memberikan kehangatan bagi warganya," paparnya.
Sekitar 20 perempuan penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara , yang merupakan perajin batik tampil di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Mereka adalah warga yang direlokasi dan sebelumnya bekerja sebagai buruh cuci maupun pekerja serabutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!