Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pergantian Nahkoda, Kebijakan Moneter BI Tetap di Jalur Stabilitas

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 15:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pergantian Nahkoda, Kebijakan Moneter BI Tetap di Jalur Stabilitas Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Kantor Bank Indonesia.

PARAPAT – Kebijakan bank sentral yang memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi mencerminkan upaya menjaga fondasi perekonomian di tengah tingginya ketidakpastian global.

Rupiah yang stabil membantu menekan biaya impor dan menjaga kepercayaan investor, sementara inflasi yang terkendali mempertahankan daya beli masyarakat serta memberikan kepastian bagi dunia usaha.

Meski demikian, fokus pada stabilitas perlu diimbangi dengan kebijakan yang tetap mendukung pertumbuhan ekonomi agar keseimbangan antara stabilitas makro dan ekspansi sektor riil dapat terjaga.

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan arah kebijakan moneter tidak berubah meski terjadi perubahan kepemimpinan yakni tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

"Saya ingin menekankan bahwa dengan formasi kami sekarang saat ini, posisi kebijakan Bank Indonesia tetap sama. Tidak berubah dibandingkan dengan stance sebelumnya," kata Destry dalam paparannya secara daring di pertemuan dengan redaktur media massa di Parapat, Sumatera Utara, Jumat (31/7).

Kepemimpinan di Bank Sentral berubah setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI pada Sabtu (26/7), mengakhiri masa 8 tahun kepemimpinannya.

Sesuai UU Bank Indonesia, jika terjadi kekosongan jabatan, posisi Gubernur BI secara otomatis dijalankan oleh Pejabat Gubernur Sementara (PGS/Pjs) dari Deputi Gubernur Senior, hingga Presiden mengusulkan calon dan memperoleh persetujuan DPR untuk menetapkan gubernur definitif.

Destry menjelaskan fokus utama BI tetap menjaga stabilitas rupiah dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki. Bank sentral jugaterus hadir di pasar melalui berbagai instrumen intervensi, baik di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), untuk memperkuat stabilitas sektor eksternal.

Menurut dia, ketidakpastian global masih tinggi, terutama akibat prospek suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve yang diperkirakan bertahan pada level tinggi lebih lama (higher for longer). Kondisi tersebut berpotensi memberi tekanan terhadap negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

The Fed pada pengumuman pertengahan pekan ini, Rabu (29/7) mempertahankan suku bunga acuannya di 3,50-3,75 persen, namun dengan sinyalemen kenaikan suku bunga pada waktu ke depan.

Karena hal itu, ditambah juga dengan dinamika inflasi global, BI tetap mengutamakan stabilitas nilai tukar dan menjaga inflasi agar tetap berada dalam sasaran.

Namun, selain menjaga stabilitas moneter, BI juga memastikan berbagai kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tetap berjalan, antara lain melalui kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran.

Di sektor perbankan, Destry mengatakan BI terus memperkuat fungsi intermediasi agar penyaluran kredit kepada dunia usaha, termasuk UMKM dan sektor prioritas, meningkat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan BI juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta anggota lainnya di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.