Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanfaatan EBT di Indonesia Jauh dari Potensi yang Ada

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemanfaatan EBT di Indonesia Jauh dari Potensi yang Ada Doc: antara
Ket. Energi Baru Terbarukan (EBT)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan potensi energi baru terbarukan (EBT) Indonesia sebesar 3.687 gigawatt (GW) membuka ruang pengembangan energi bersih untuk memperkuat ketahanan energi dan pembangunan daerah.

Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhiawan dalam pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu (29/7) mengatakan energi baru terbarukan yang didominasi tenaga surya, hidro, dan angin itu, kapasitas terpasangnya hingga Juni 2026 baru mencapai sekitar 16.321 megawatt (MW) atau 16,32 gigawatt (GW).

Besarnya selisih antara potensi dan kapasitas terpasang menunjukkan masih tersedia ruang luas untuk mempercepat pemanfaatan energi bersih di Indonesia. Sebab itu, pengembangan EBT tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional, tetapi juga menopang pembangunan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Yudhiawan mengatakan pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik nasional berkapasitas 69,5 GW, dengan tambahan pembangkit berbasis EBT mencapai 43,6 GW.

Pengembangan pembangkit tersebut didukung rencana pembangunan jaringan transmisi sepanjang 47.758 kilometer dan gardu induk berkapasitas 107.950 megavolt ampere (MVA).

Menurut dia, penguatan jaringan dan kapasitas pembangkit diperlukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, termasuk di kawasan transmigrasi serta wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Perluasan jaringan listrik menjadi pilihan bagi desa yang berada dekat jaringan distribusi, sedangkan sistem kelistrikan berskala kecil atau mini-grid berbasis EBT diarahkan untuk wilayah terpencil, kepulauan, dan permukiman yang tersebar.

Yudhiawan menyebut wilayah Papua memiliki potensi energi terbarukan lokal, antara lain tenaga surya dan mikrohidro, yang dapat dimanfaatkan untuk menyediakan listrik secara berkelanjutan di wilayah yang sulit dijangkau.

“Untuk wilayah yang sulit terjangkau, pendekatan berbasis energi lokal menjadi salah satu solusi agar masyarakat dapat memperoleh listrik secara berkelanjutan,” tuturnya.

Lebih Besar

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan potensi EBT menurut kajian lembaganya jauh lebih besar dari yang disampaikan pemerintah.

“Kajian IESR menunjukkan potensi EBT mencapai 7,7 terawatt (TW) untuk energi surya dan 2 TW untuk geothermal non konvensional,” kata Fabby.

Potensi dari dua sumber itu saja sudah mencapai 9,7 TW atau setara 9.700 GW. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dari estimasi potensi EBT nasional versi Kementerian ESDM yang sebesar 3.687 GW dengan dominasi surya, hidro, dan angin.

Meski memiliki potensi besar, Fabby menyayangkan pemanfaatan EBT di Indonesia belum berjalan optimal. Buktinya bisa dilihat dari bauran energi terbarukan dalam energi primer nasional yang hingga saat ini masih tertinggal jauh dibandingkan porsi energi fosil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.