Pekan Raya Sumatera Utara Bukan Sekedar Panggung Hiburan, tapi Etalase Budaya dan Pariwisata
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 15:17 WIB | Oleh: SriyonoMEDAN - Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution menyebut Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang merupakan agenda tahunan pemerintah provinsi menjadi etalase promosi kekayaan alam, budaya, dan potensi pariwisata daerah.
"Tujuan pelaksanaan PRSU bukan hanya sebagai panggung hiburan, tetapi juga ruang pertemuan investasi, promosi potensi daerah, kekayaan budaya, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia," ujar Saipullah di Madina, Kamis (30/7).
Ia mengatakan, keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam PRSU menjadi upaya untuk memperkenalkan lebih luas lagi produk unggulan wilayah itu.
Saipullah mengatakan kegiatan PRSU memberi kesempatan pemerintah daerah untuk memperkenalkan seluruh potensi yang dimiliki kepada khalayak luas.
"Di PRSU, kami menghadirkan beragam produk unggulan daerah, seperti olahan pangan lokal berupa labu jipang, alame, ubi jalar, kipang, serta kopi Mandailing yang telah dikenal luas," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, paviliun Madina juga menampilkan kerajinan tangan khas daerah, di antaranya amak lampisan berbahan pandan, produk rotan, serta hasil pertanian.
"Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan, melestarikan, sekaligus mengembangkan warisan budaya kepada generasi penerus," sebut dia.
Saipullah menilai, PRSU tidak hanya berdampak pada skala kabupaten, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan kepada tingkat nasional bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Budaya harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan. Bahasa, adat istiadat, seni, kuliner, hingga nilai gotong royong merupakan identitas yang wajib dijaga dan diwariskan," sebut dia.
Dalam rangkaian kegiatan itu, digelar Malam Pesona Pagelaran Seni Budaya Mandailing Natal yang menampilkan berbagai atraksi seni tradisional, seperti prosesi adat, tor-tor, tari-tarian, musik daerah, hingga penampilan Gordang Sambilan yang melibatkan unsur pemerintah daerah dan tokoh adat.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya sekaligus menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih jauh Mandailing Natal," ujarnya.
Pelaksanaan PRSU ke-50 tahun ini digelar sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Emas”. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran pembangunan dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) serta perwakilan Penang, Malaysia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!