Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Percepat Swasembada Kedelai, Kemenko Pangan Siapkan 10 Jurus Jitu untuk Genjot Produksi

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 04:42 WIB | Oleh:
Percepat Swasembada Kedelai, Kemenko Pangan Siapkan 10 Jurus Jitu untuk Genjot Produksi Doc: ANTARA/Aria Ananda
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti memberikan keterangan kepada wartawan usai Seminar Nasional Menguatkan Ketahanan Pangan Nasional di Jakarta, Senin (27/7).

JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan menyiapkan 10 langkah utama untuk mempercepat swasembada kedelai, dari penyediaan lahan dan benih unggul hingga kepastian pasar serta perlindungan produksi domestik dari tekanan kedelai impor.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Pangan Widiastuti mengatakan peningkatan produksi kedelai memerlukan penguatan dari sisi hulu hingga hilir agar kebutuhan bahan baku industri pangan semakin banyak dipenuhi dari dalam negeri.

“Kuncinya, lahannya harus ada, benih unggulnya harus ada, pupuknya cukup, alat mesin pertanian mendukung, irigasi kecukupan air, sumber daya manusianya jelas, pembiayaan, hilirisasi, kepastian pasar karena sebagai sisi penyerapan, dan perlindungan dari kedelai impor,” kata Widiastuti dalam Seminar Nasional Menguatkan Ketahanan Pangan Nasional di Jakarta, Senin (27/7).

Berdasarkan paparan Kemenko Pangan, 10 langkah tersebut terdiri atas penyediaan lahan, benih unggul, pupuk dan pestisida, alat mesin pertanian, irigasi, sumber daya manusia dan pendampingan, pembiayaan, hilirisasi, kepastian pasar, serta perlindungan produksi dalam negeri dari kedelai impor.

Pemerintah menargetkan pengembangan areal tanam kedelai seluas 50.000 hektare pada 2026. Jadwal tanam dalam paparan kementerian tersebar sepanjang Januari hingga November, sedangkan realisasi tanam yang tercantum mencapai 2.956 hektare.

Selanjutnya, Data Kemenko Pangan menunjukkan produksi kedelai pada 2025 mencapai 78.693 ton, dengan rata-rata produksi dari 2021-2025 sebesar 227.622 ton.

Sementara itu, produksi kedelai 2026 yang tercatat hingga Mei mencapai 7.691 ton dari luas panen 5.048 hektare.

Ia mengatakan keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan pengembangan kedelai karena tanaman tersebut dapat menggunakan areal yang juga dibutuhkan oleh komoditas pangan lain, termasuk padi.

“Posisinya memang kan kita butuh ada lahan. Lahan kedelai dengan lahan pangan di padi kurang lebih tempatnya bisa sama. Jadi luas lahannya itu memang terbatas,” ujar dia.

Peningkatan produksi, lanjut Widiastuti, tidak cukup hanya mengandalkan perluasan areal tanam, tetapi juga memerlukan benih unggul, kecukupan pupuk dan air, mekanisasi, pembiayaan, pendampingan petani, serta jaminan penyerapan hasil panen.

Dalam program penguatan kemandirian sistem perbenihan, hasil penangkaran pada akhir 2025 dilakukan di lahan seluas 1.420 hektare dan menghasilkan calon benih sebanyak 5.680 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.550 ton merupakan benih bersertifikat.

Menurut Widiastuti, pemerintah juga tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam, tetapi juga memastikan ketersediaan benih agar produksi dapat berlangsung berkelanjutan.

“Setelah benih didapat, mesti ditumbuhkan lagi. Nanti semester kedua ada lagi dan seterusnya,” tutur Widiastuti.

Neraca kebutuhan kedelai yang dipaparkan kementerian menunjukkan rata-rata produksi bersih dalam negeri pada 2022–2026 sebesar 190.223 ton atau 8,14 persen dari rata-rata kebutuhan sebanyak 2.620.294 ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.