Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

750 Ribu Hektare Potensi Sawah di Merauke! Kemen PU Kebut Irigasi Lawan Kekeringan

1 Minggu, 11 Okt 2026, 23:53 WIB | Oleh: Tim Redaksi
750 Ribu Hektare Potensi Sawah di Merauke! Kemen PU Kebut Irigasi Lawan Kekeringan 750 Ribu Hektare Potensi Sawah di Merauke! Kemen PU Kebut Irigasi Lawan Kekeringan Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan infrastruktur irigasi untuk menunjang produktivitas sawah rakyat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan

Merauke – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan infrastruktur irigasi untuk menunjang produktivitas sawah rakyat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Dukungan dilakukan dengan mengoptimalkan Daerah Irigasi (DI) Waninggap Kai untuk mengairi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dikembangkan Kementerian Pertanian di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. 

Saat ini cetak sawah di lahan rawa seluas 1.000 hektare telah ditanami padi dan dipersiapkan untuk panen pada awal November 2026. Dukungan infrastruktur air menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pengembangan sawah luas tetapi menghadapi tantangan ketersediaan air. 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, dukungan Kementerian PU dalam pengembangan pertanian terutama diarahkan pada penyediaan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi.

“Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya,” kata Menteri Dody.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Nonce Saman, menjelaskan bahwa dukungan irigasi di DI Waninggap Kai dilaksanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan cetak sawah rakyat yang telah ditanami sekitar 1.000 hektare. Kementerian PU membangun saluran irigasi sekunder yang menghubungkan tampungan air atau long storage dengan area persawahan, sehingga air hujan yang tertampung dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

“Pekerjaan saluran sekunder ini mulai dilaksanakan pada akhir Agustus 2026, setelah kami menerima informasi bahwa potensi air di lokasi semakin berkurang, sementara tanaman sudah ditanam sejak awal Juli. Kami kemudian melakukan pengukuran lapangan bersama tim teknis dan segera menindaklanjutinya dengan pekerjaan konstruksi,” jelas Nonce.

Pembangunan saluran sekunder direncanakan memiliki panjang sekitar 5 kilometer. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 40 persen, dengan prioritas pada bagian jaringan yang melayani sekitar 1.000 hektare sawah yang sudah ditanami. Sementara itu, pengembangan jaringan selanjutnya diarahkan untuk mendukung rencana perluasan cetak sawah rakyat hingga sekitar 2.000 hektare di kawasan tersebut.

Nonce menambahkan, keberadaan long storage yang telah dibangun sebelumnya menjadi salah satu penopang ketersediaan air bagi persawahan. Optimalisasi tampungan dan pembangunan saluran sekunder juga ditujukan untuk mengantisipasi dampak El Niño, terutama berkurangnya ketersediaan air selama periode kering. Dengan dukungan tersebut, kebutuhan air bagi tanaman yang telah ditanam diharapkan dapat terjaga hingga masa panen.

Ke depan, BWS Papua Merauke juga melihat potensi pengembangan sumber air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Maro dan DAS Kumbe untuk mendukung pengembangan irigasi di Merauke. Berdasarkan perencanaan BWS Papua Merauke, potensi lahan yang dapat dikembangkan mencapai sekitar 750.000 hektare. Pengembangan sumber air tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan layanan irigasi, mendorong peningkatan indeks pertanaman, serta mendukung perluasan areal persawahan secara bertahap.

Melalui dukungan infrastruktur sumber daya air, Kementerian PU terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah agar program cetak sawah rakyat di Merauke didukung ketersediaan air yang memadai. Dengan demikian, lahan yang telah dikembangkan tidak hanya siap ditanami, tetapi juga memiliki dukungan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Polandia Menegang, Tatanan ...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.