Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jadi Komoditas Strategis, Produksi Rumput Laut NTT Tunjukkan Tren Positif

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 14:40 WIB | Oleh:
Jadi Komoditas Strategis, Produksi Rumput Laut NTT Tunjukkan Tren Positif Doc: antara foto
Ket. Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Stefania Tunga Boro

KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan kinerja produksi rumput laut di wilayah berbasis kepulauan itu selama enam tahun terakhir secara konsisten berada di atas satu juta ton.

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Stefania Tunga Boro mengatakan berdasarkan data Portal Satu Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi rumput laut NTT selama periode 2019-2025 terus berfluktuasi.

"Produksi tertinggi tercatat pada 2020 yang mencapai 2.158.886 ton. Pada periode 2021-2024, produksi rumput laut NTT berada pada kisaran 1,39 juta hingga 1,56 juta ton," katanya di Kupang, Selasa (28/7).

Hingga tahun 2025, berdasarkan data sementara, produksi rumput laut di NTT telah mencapai 1.248.126 ton.

Menurut Stefania, komoditi rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus penopang sektor kelautan dan perikanan di NTT.

"NTT memiliki potensi sumber daya pesisir dan perairan yang sangat besar untuk pengembangan budidaya rumput laut. Potensi tersebut terus kami optimalkan melalui penguatan kawasan budidaya, peningkatan produktivitas, serta pengembangan hilirisasi agar nilai tambahnya dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah," katanya.

Ia menjelaskan, pada 2023 NTT menempati peringkat kedua sebagai produsen rumput laut terbesar di Indonesia setelah Sulawesi Selatan. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi NTT sebagai salah satu lumbung rumput laut nasional.

Menurut Stefania, sentra produksi rumput laut di NTT tersebar di sejumlah kabupaten, dengan Kabupaten Kupang sebagai penghasil terbesar, diikuti Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Alor, Sumba Barat Daya, Lembata, Sumba Barat, Flores Timur, Ngada, dan Nagekeo.

Dia menambahkan untuk mempercepat pengembangan kawasan budidaya, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan lima klaster pengembangan rumput laut, yakni Klaster Timor, Klaster Rote-Sabu, Klaster Flores Bagian Timur, Klaster Flores Bagian Tengah, dan Klaster Sumba.

"Pendekatan berbasis klaster ini dilakukan agar pengembangan budidaya lebih terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit, produksi, pengolahan hingga pemasaran. Dengan demikian, rantai pasok menjadi lebih efisien dan mampu mendorong tumbuhnya industri pengolahan rumput laut di setiap kawasan," ujarnya.

Selain menjadi komoditas unggulan budidaya, rumput laut juga menjadi salah satu komoditas ekspor NTT. Dia mengatakan berdasarkan data Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Kupang, volume ekspor komoditas kelautan dan perikanan yang didominasi rumput laut kering mencapai 1.238 ton pada 2019, 926 ton pada 2020, 271 ton pada 2021, 822 ton pada 2022, meningkat menjadi 2.471 ton pada 2023, dan tercatat 91 ton pada 2024.

Stefania menambahkan, saat ini pemasaran rumput laut NTT masih didominasi dalam bentuk rumput laut kering yang dipasarkan ke industri pengolahan di dalam negeri sebelum diekspor ke berbagai negara.

"Kalau ekspor ke luar negeri salah satunya ke Timor Leste. Namun datanya masih belum dikumpulkan," tambah dia

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong hilirisasi industri rumput laut agar nilai tambah komoditas tersebut dapat dinikmati di daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
El Nino Bikin Kebutuhan Lis...
Luar Negeri
Chad Mundur dari ICC dan Ik...
Olahraga
Resmi! Zinedine Zidane Jadi...
Luar Negeri
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Debut Manis Bintang Baru Garuda! Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Debut Manis Bintang Baru Garuda! Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.