Dibuka Melemah, IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil, Pasar Hati-hati Cermati Hasil FOMC The Fed
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 09:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28/7) berpotensi bergerak volatil seiring pelaku pasar bersikap hati-hati menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
IHSG dibuka melemah 10,58 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.175,20. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,03 poin atau 0,33 persen ke posisi 610,53.
“Apabila tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support 6.159-6.144, kemudian di 6.130 dan 6.119. Jika kedua level itu ditembus, koreksi berpotensi berlanjut di 5.931. Sebaliknya, apabila mampu rebound, IHSG perlu kembali menembus area 6.219–6.219, kemudian 6.315 sebagai resistance selanjutnya. Breakout di atas level itu akan membuka peluang penguatan lanjutan menuju 6.394,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan FOMC The Fed yang dijadwalkan pada Rabu (28/07) waktu AS, yang mana konsensus memperkirakan suku bunga acuan seiring inflasi AS yang mulai melandai dan penurunan harga minyak mentah global.
“Investor akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter pada sisa tahun ini,” ujar Liza.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan sentimen pasar cenderung berhati-hati meskipun sempat didorong penurunan harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran inflasi menjelang keputusan suku bunga The Fed, serta dimulainya musim laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar.
Optimisme awal memudar setelah laporan menyebut China mulai memproduksi mesin litografi DUV secara massal, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap persaingan industri semikonduktor global.
Di sisi lain, investor mencermati besarnya belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar, seperti Alphabet dan Tesla yang berpotensi menekan margin keuntungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, musim laporan keuangan kuartal II-2026 dari perusahaan-perusahaan Magnificent Seven, diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, ketegangan geopolitik mulai mereda setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menghentikan aksi saling serang selama akhir pekan, serta melanjutkan pembicaraan diplomatik.
“Meredanya konflik mendorong penurunan tajam harga minyak dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko. Meski demikian, pasar masih mencermati perkembangan di Selat Hormuz karena risiko gangguan pasokan energi dinilai belum sepenuhnya hilang,” ujar Liza.
Dari dalam negeri, proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan setelah Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri karena alasan pribadi.
Komisi XI DPR menegaskan proses pemilihan gubernur baru akan mengikuti mekanisme Undang-Undang (UU) BI melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan secara objektif dan profesional.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti telah ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI untuk memastikan kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan selama masa transisi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!