Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ZTE dan XLSmart Perkuat Kolaborasi AI, 5G, dan FWA untuk Dorong Transformasi Digital Indonesia

📅 Senin, 27 Jul 2026, 18:58 WIB | Oleh:

Selain pengembangan jaringan berbasis AI, kerja sama ZTE dan XLSmart juga diarahkan untuk memperkuat nilai investasi jaringan 5G melalui perluasan kapabilitas dan pengembangan layanan digital baru.

Salah satu fokus utama kolaborasi adalah mempercepat komersialisasi dan pertumbuhan layanan FWA. Pengembangan tersebut akan dilakukan melalui optimalisasi jaringan, inovasi perangkat Customer Premises Equipment (CPE) dan konektivitas rumah, peningkatan pengalaman broadband, perluasan pasar, serta penjajakan peluang komersial baru.

Sebagai bagian dari portofolio 5G XLSmart, FWA dinilai memiliki potensi untuk menghadirkan layanan broadband berkecepatan tinggi kepada lebih banyak pelanggan residensial maupun pelaku usaha.

Pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan pemanfaatan investasi 5G yang telah dilakukan XLSmart.

Senior Vice President ZTE, James Zhang, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar digital yang dinamis di Asia Tenggara. Permintaan terhadap konektivitas cerdas dan layanan digital dinilai terus mengalami peningkatan.

"Indonesia merupakan salah satu pasar digital paling dinamis di Asia Tenggara, dengan permintaan terhadap konektivitas cerdas dan layanan digital yang terus meningkat. Melalui kolaborasi dengan XLSmart, kami menyatukan keunggulan ZTE dalam inovasi, jaringan berbasis AI, 5G, dan FWA untuk membangun jaringan yang lebih cerdas, lebih efisien, dan berpusat pada pelanggan," ujar James.

Menurut dia, kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat inovasi digital, meningkatkan efisiensi operasional, serta menciptakan peluang baru dalam layanan broadband bagi konsumen dan pelaku usaha.

Kemitraan ini juga menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan dalam mendorong pengembangan konektivitas generasi terbaru di Indonesia.

Dorong Perluasan 5G Blanket

Bagi XLSmart, kerja sama tersebut mendukung strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun jaringan yang lebih cerdas, otomatis, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan.

Perusahaan juga terus memperluas cakupan 5G Blanket sekaligus mengembangkan FWA sebagai salah satu penggerak pertumbuhan bisnis. Sepanjang 2026, XLSmart menargetkan perluasan cakupan 5G Blanket ke lebih banyak kota serta memperluas layanan 5G FWA untuk pelanggan residensial.

President Director XLSmart, Rajeev Sethi, mengatakan AI menjadi salah satu teknologi yang semakin penting dalam perkembangan industri telekomunikasi.

"AI menjadi penggerak yang semakin penting bagi masa depan industri telekomunikasi. Melalui kolaborasi dengan ZTE, XLSmart memperkuat kemampuannya dalam membangun jaringan yang lebih cerdas, otomatis, dan efisien, sekaligus terus menghadirkan pengalaman digital yang andal bagi pelanggan," kata Rajeev melalui keteranganya pada hari Senin (27/7).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.