Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bedah Robotik di Indonesia Terus Didorong Lewat Teknologi dan Penguatan Kompetensi

📅 Senin, 27 Jul 2026, 18:48 WIB | Oleh:

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari kontribusi BMHS dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang diinisiasi Kementerian Kesehatan. Penguatan layanan rujukan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan penyedia layanan kesehatan menjadi sejumlah aspek yang didorong melalui kerja sama tersebut.

Di sisi lain, BMHS juga terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah robotik di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya melalui kehadiran layanan bedah robotik di RSU Bunda Padang yang menjadi layanan bedah robotik pertama di Sumatera Barat.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan pengembangan teknologi robotik menjadi salah satu fokus dalam transformasi industri kesehatan nasional.

"Kita definisikan enam pilar reformasi, yang pilar nomor enamnya khusus mengenai teknologi kesehatan dan ada tiga teknologi kesehatan yang kita fokuskan, satu adalah Robotics Technology, AI on health, dan biotechnology. Karena this is so important, Kemenkes punya Robotics Committee," kata Budi.

Dia juga menyoroti pentingnya peran rumah sakit swasta dalam memperluas pemanfaatan teknologi bedah robotik di Indonesia. Menurutnya, jumlah rumah sakit swasta yang lebih banyak dibandingkan rumah sakit pemerintah membuat sektor tersebut memiliki peran penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berbasis teknologi.

"Rumah sakit swasta jumlahnya lebih banyak daripada rumah sakit pemerintah. Jadi mereka sangat dibutuhkan terutama untuk membuka akses. Contohnya ini, (Rumah Sakit) Bunda sudah melakukan operasi robotik (sejak) 2012," ujarnya.

Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, mengatakan kemajuan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan suatu institusi dalam menghadirkan teknologi, tetapi juga dari kontribusinya dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.

"Bagi BMHS, kemajuan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan menghadirkan teknologi, tetapi juga dari kontribusi dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, institusi pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi kesehatan Indonesia," kata Agus.

Dia menambahkan, BMHS ingin memastikan pengalaman dan keahlian yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kompetensi tenaga medis, riset, inovasi, serta perluasan akses layanan.

Selain pengembangan teknologi dan layanan, BMHS juga mendukung peluncuran Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi. Buku tersebut disusun berdasarkan pengalaman klinis dan kasus nyata yang ditangani oleh tim dokter bedah robotik.

Buku ajar tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi tenaga medis di Indonesia. Kehadirannya juga diharapkan mendorong transfer pengetahuan, pengembangan kompetensi, serta penyusunan standar praktik bedah robotik yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan nasional.

Dr. dr. Ivan Rizal Sini, yang disebut sebagai dokter bedah robotik pertama di Indonesia sekaligus salah satu tim penulis Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi, mengatakan perkembangan bedah robotik harus diiringi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penyebaran pengetahuan.

"Kemajuan bedah robotik tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman klinis, ilmu pengetahuan, dan praktik terbaik dapat terus dibagikan agar semakin banyak dokter Indonesia memiliki kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Mentan: Nilai Tukar Petani Alami Peningkatan

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mentan: Nilai Tukar Petani ...
Nasional
Mensos Pastikan Bantuan Pas...

Bapanas Jamin Pasokan Beras Tetap Terjaga

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Bapanas Jamin Pasokan Beras...
Advertisement
Mentan: Nilai Tukar Petani Alami Peningkatan

Mentan: Nilai Tukar Petani Alami Peningkatan

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.