Isu Bias di McLaren: Oscar Piastri Jadi Korban Teori Konspirasi Saat Perebutan Gelar Makin Sengit
📅 Kamis, 30 Okt 2025, 06:35 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
PARIS - Persaingan internal di tim McLaren kembali menjadi sorotan setelah muncul spekulasi bahwa tim asal Woking itu lebih memihak Lando Norris dibanding rekan setimnya, Oscar Piastri. Isu ini mengemuka seiring jarak poin keduanya di klasemen yang kini hanya terpaut satu angka.
Kabar tersebut berawal dari komentar komentator Belanda, Olav Mol, yang mempertanyakan pernyataan bos McLaren, Andrea Stella, mengenai penurunan performa Piastri dalam beberapa balapan terakhir. “Stella memberi penjelasan bahwa itu karena faktor pengalaman,bahwa Piastri sedikit kurang berpengalaman. Saya tidak terlalu suka dengan pernyataan itu,” ujar Mol kepada Ziggo Sport.
Menurut Mol, banyak penggemar menilai pernyataan Stella sebagai indikasi adanya perlakuan berbeda di dalam tim. “Ada banyak teori konspirasi di media sosial,” lanjutnya. “Beberapa orang mengatakan McLaren bisa saja mengatur setelan mobil agar membuat Piastri kesulitan. Ada juga yang bilang Zak Brown hanya tersenyum ketika Lando menang. Saya rasa itu tidak benar, tapi pembicaraan seperti itu semakin banyak terdengar.”
Namun, tidak semua pihak percaya dengan teori konspirasi tersebut. Kim Keedle, mantan pelatih performa Piastri, menepis spekulasi itu dalam wawancaranya dengan SEN Radio di Australia. “Saya tidak percaya dengan teori-teori seperti itu,” tegas Keedle.
“Dalam F1, selalu ada naik turun. Lando adalah pebalap kuat, jadi tidak aneh bila ia bisa bangkit. Beberapa sirkuit belakangan memang bukan yang paling cocok untuk gaya balap Oscar, tapi ia akan baik-baik saja. McLaren cukup profesional dalam menangani hal-hal seperti ini, meski dari luar mungkin terlihat janggal.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Keedle menambahkan bahwa kepribadian Piastri yang tenang terkadang membuat tekanan dari luar tampak lebih besar dari yang sebenarnya. “Secara mental dia sangat kuat. Tantangan terbesarnya justru mengelola semua hal di luar mobil,perhatian media, ekspektasi publik, dan rumor-rumor semacam ini.”
Pendapat senada juga datang dari mantan pebalap F1, Ralf Schumacher, yang menilai tuduhan keberpihakan McLaren tidak memiliki dasar kuat. “Apa alasan McLaren harus memihak satu pebalap dan merugikan yang lain? Tidak ada,” ujarnya kepada Sky Deutschland.
“Tidak masuk akal memberi mobil yang buruk pada salah satu pembalap. Rumor seperti ini justru bisa merusak citra Piastri sendiri,” lanjutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Schumacher juga memperingatkan agar pihak manajemen Piastri berhati-hati dalam bersikap. “Kalau orang mulai mencari-cari alasan dan melihat Mark Webber (manajer Piastri) terus-menerus menelepon, itu bisa terlihat seperti ketidakpuasandan itu berbahaya bagi reputasinya. Sekarang tugas manajemen adalah menenangkannya dan membuatnya fokus.”
Meski rumor terus berhembus, Schumacher menilai kecil kemungkinan Piastri meninggalkan McLaren dalam waktu dekat. “Saya tidak melihat itu akan terjadi sekarang,” katanya. “Dia baru saja memperpanjang kontraknya awal tahun ini. Jadi, ia akan tetap di McLaren musim depan,tapi setelah itu, pindah ke Aston Martin bisa jadi langkah menarik.”
Di tengah pertarungan sengit menuju akhir musim, McLaren kini harus bekerja ekstra keras untuk menjaga harmoni di dalam tim. Bagi Piastri, fokus pada performa di lintasan akan menjadi jawaban terbaik untuk meredam rumor yang kian liar di luar arena.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!