Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Tertekan, Bank Sentral Ungkap Alasan Konflik Timur Tengah Bikin Australia Miskin

9 Minggu, 20 Sep 2026, 19:51 WIB | Oleh:
Ekonomi Tertekan, Bank Sentral Ungkap Alasan Konflik Timur Tengah Bikin Australia Miskin Ekonomi Tertekan, Bank Sentral Ungkap Alasan Konflik Timur Tengah Bikin Australia Miskin Doc: Magnific

CANBERRA - Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah membuat warga Australia kian miskin dan mendorong timbulnya risiko kenaikan inflasi, demikian disampaikan kepala bank sentral negara tersebut pada Sabtu (19/9).

Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock menyampaikan dalam sidang dengar pendapat parlemen di Canberra bahwa risiko kenaikan inflasi tampak mulai nyata, dengan lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah diperkirakan akan secara langsung berdampak pada inflasi.

Guncangan pasokan ini, khususnya yang terjadi di Timur Tengah, memperburuk trade-off antara inflasi dan lapangan kerja, tuturnya.

"Saya rasa kita harus mengakui bahwa trade-off sudah semakin memburuk, sehingga guncangan di Timur Tengah kali ini telah membuat kita semakin miskin, dan kita tidak bisa merespons hal itu dengan membiarkan inflasi tidak terkendali."

Dewan Kebijakan Moneter RBA, yang dipimpin oleh Bullock, akan menggelar pertemuan berikutnya pada akhir September untuk mempertimbangkan tingkat suku bunga.

Dewan tersebut telah tiga kali menaikkan target suku bunga pasar uang, atau cash rate target, sebesar 0,25 poin persentase dalam enam bulan pertama 2026, namun tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 4,35 persen dalam pertemuan-pertemuan terbarunya pada Juni dan Agustus.

Bullock menyebutkan bahwa pertemuan pada akhir September mendatang akan mempertimbangkan apakah tingkat suku bunga saat ini akan cukup untuk mengembalikan inflasi ke dalam kisaran target RBA sebesar 2-3 persen dalam jangka waktu yang wajar.

"Saat ini, semakin penting bagi kita untuk mengembalikan inflasi ke kisaran target," tuturnya.

Data terbaru dari Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa inflasi tahunan turun dari 3,8 persen pada Juni menjadi 3,5 persen pada Juli, menjadikannya angka terendah sejak November 2025. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...

Permukaan Air Danau di Mukapayung Menyusut

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Permukaan Air Danau di Muka...
Nasional
BNPB Perketat Aspek Keselam...
Nasional
Polri Harus Tuntaskan Kasus...
Advertisement
Aksi Protes di Paris Bentrok

Aksi Protes di Paris Bentrok

09 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.