Ubah Sampah Jadi BBM, Masyarakat Berdaya di Bukit Imogiri Bantul
📅 Sabtu, 25 Jul 2026, 16:07 WIB | Oleh: Sujar“Jika setiap hari sekitar 600 ton sampah diproduksi di Bantul, sekitar 180 ton di antaranya merupakan sampah plastik,” katanya.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul berencana memperbanyak mesin pirolisis agar dapat dimanfaatkan oleh kelompok pengelola sampah lainnya.
“Ini kan baru demplot di KSM Pilah Berkah Imogiri. Nanti, insya Allah, akan kita kembangkan di KSM-KSM yang lain,” kata Halim.
Menurut Halim, teknologi pirolisis tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil melalui penyediaan bahan bakar alternatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perwakilan BRIN, Heru Susanto, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk mencari solusi atas persoalan sampah plastik di Bantul. Selain mengurangi timbunan sampah, teknologi pirolisis juga meningkatkan nilai ekonomi plastik residu yang selama ini kurang diminati pelaku daur ulang.
Pirolisis merupakan proses penguraian limbah plastik melalui pemanasan bersuhu tinggi di dalam reaktor tertutup tanpa oksigen. Proses tersebut menghasilkan minyak cair yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, seperti solar atau bensin.
“Karena plastik asalnya dari minyak bumi, maka kita kembalikan lagi menjadi minyak bumi,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Heru, biaya produksi Petasol berkisar Rp3.000 hingga Rp4.000 per liter. Dengan harga jual internal sekitar Rp10.000 per liter, setiap liter mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000.
“Untungnya Rp6.000 sampai Rp7.000 per liter, sedangkan sehari bisa menghasilkan 40 sampai 45 liter dari 50 kilogram plastik. Tinggal dikalikan saja,” ujarnya.
Perjalanan KSM Pilah Berkah menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak selalu berakhir di tempat pembuangan. Di tangan masyarakat yang memiliki kemauan untuk berinovasi, limbah yang semula dianggap tidak bernilai dapat berubah menjadi sumber energi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!