Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi, BBWS Citarum Operasikan 3 Unit Pompa.

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 02:51 WIB | Oleh:
Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi, BBWS Citarum Operasikan 3 Unit Pompa. Doc: Antara Foto
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengoperasikan tiga unit pompa untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan air bagi persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengoperasikan tiga unit pompa untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan air bagi persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Menteri PU Dody Hanggodo meminta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DJSDA) dan BBWS Citarum segera menangani kebutuhan air pertanian serta memastikan laporan mencerminkan kondisi aktual di lapangan.

“Saya ingin memastikan laporan yang disampaikan teman-teman sumber daya air benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan," katanya.

"Sejak awal tahun, saya sudah mengingatkan agar ketersediaan air untuk sawah dijaga,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Air dari Stasiun Pompa (SP) Kiwing mulai dialirkan melalui tiga jalur selang menuju sawah yang membutuhkan pasokan air untuk mendukung kegiatan tanam.

Sekitar 600 hektare persawahan di wilayah tersebut mengalami keterbatasan air. Pompanisasi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan terdampak agar petani dapat kembali mengolah sawah dan melanjutkan musim tanam.

Pelaksana Tugas Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi menyampaikan bahwa pengoperasian pompa merupakan langkah penanganan untuk membantu petani yang mengalami kesulitan memperoleh air.

“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret,” ujar Abdul.

Upaya percepatan pengambilan air dilakukan tidak hanya dari Kali Kuwing, tetapi juga dari Sungai Citarum dengan menyiapkan satu unit pompa bergerak berkapasitas 500 liter per detik (lps). 

Upaya tersebut diperkuat BBWS Cilicis dengan dua unit pompa bergerak berkapasitas 80 liter per detik (lps) untuk mempercepat pengaliran air dari Sungai Citarum ke sawah terdampak.

BBWS Citarum akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung kebutuhan air pertanian. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran pengelola sumber daya air.

Selain mengoperasikan pompa, BBWS Citarum membuka Layanan dan Posko Bencana Kekeringan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk menyampaikan laporan kekeringan, kebutuhan air, serta permasalahan infrastruktur sumber daya air di wilayah kerja BBWS Citarum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.