UI Lakukan Transformasi untuk Jadi 'Entrepreneurial University'
📅 Jumat, 24 Jul 2026, 09:24 WIB | Oleh: Tim PenulisDEPOK – Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga Universitas Indonesia (UI), Budi Wiweko, mengatakan transformasi merupakan bagian dari upaya membangun entrepreneurial university yang bertumpu pada knowledge-based economy.
"Transformasi memerlukan ekosistem yang mendukung, mulai dari penguatan kualitas pendidikan, laboratorium, dan kelompok riset hingga tata kelola yang sederhana, adaptif, dan terintegrasi. Di saat yang sama, kolaborasi lintas unit, transformasi digital, serta penguatan reputasi institusi menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing UI di tingkat global," kata Budi Wiweko di Kampus UI Depok, Jumat (24/7).
Menurut dia kekuatan utama universitas terletak pada kemampuan mengubah ilmu pengetahuan menjadi solusi yang berdampak.
"Riset tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah. Hasil penelitian perlu dihilirisasi menjadi inovasi yang dapat dipatenkan, dikomersialisasikan, dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun industri," katanya.
Karena itu, setiap layanan dan unit usaha UI perlu dibangun di atas keunggulan akademik agar memiliki diferensiasi dan daya saing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni UI, Hamdi Muluk, menjelaskan UI sedang membangun model entrepreneurial research university, yaitu universitas yang menjadikan riset dan inovasi sebagai fondasi utama dalam pengembangan usaha.
Dalam pendekatan ini, aktivitas akademik dan bisnis tidak lagi dipandang sebagai dua hal yang terpisah.
Hasil penelitian diharapkan berkembang menjadi prototipe, produk, layanan, maupun teknologi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, keberhasilan riset tidak hanya diukur dari luaran ilmiah, tetapi juga dari dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan.
Hamdi juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang memungkinkan dosen menjalankan peran sebagai akademisi sekaligus inovator. Hilirisasi hasil riset menjadi salah satu cara untuk memperkuat reputasi akademik sekaligus menciptakan keberlanjutan bagi universitas.
Direktur Pengembangan dan Pengelolaan Unit Usaha UI, Ringoringo H. Achmadi menjelaskan bahwa hasil audit terhadap Badan Pengelola Usaha (BPU) dan Unit Kegiatan Komersial (UKK) menunjukkan kinerja yang secara umum baik, sekaligus menjadi dasar untuk melakukan berbagai penyempurnaan.
Perbaikan difokuskan pada penguatan administrasi, kepatuhan perpajakan, sistem akuntansi yang terintegrasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola yang lebih akuntabel dan mendukung keberlanjutan pengelolaan unit usaha.
Ia mengatakan ke depan, UI akan mengembangkan ekosistem usaha yang semakin dekat dengan aktivitas riset.
Berbagai layanan, seperti pelatihan, konsultasi, asesmen, hingga pengembangan produk, akan diarahkan untuk mendukung hilirisasi hasil penelitian sehingga mampu membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperluas pemanfaatan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!