Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ubah Trauma Jadi Karya! 200 Anak Bencana Aceh Tamiang & Pariaman Pamerkan Lukisan di Jakarta

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Ubah Trauma Jadi Karya! 200 Anak Bencana Aceh Tamiang & Pariaman Pamerkan Lukisan di Jakarta Doc: ANTARA/HO-Kemenko PM
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri pembukaan pameran karya lukis anak-anak Aceh Tamiang dan Pariaman di Jakarta, Selasa (29/9).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi pameran karya seni lukis yang menjadi sarana pemulihan psikososial bagi 200 anak terdampak bencana asal Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Pariaman di Jakarta.

"Luar biasa, anak-anak yang lahir dari keadaan sulit bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Semoga karya-karya ini menambah semangat kalian untuk terus meningkatkan potensi seni dan menjadi bagian dari kemajuan kreativitas di Indonesia," ujar Menko Muhaimin Iskandar saat membuka pameran karya lukis anak-anak Aceh Tamiang dan Pariaman di Jakarta, Selasa (29/9).

Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya menyasar perbaikan rumah, lingkungan, dan fasilitas umum.

Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk memproses pengalaman, mengekspresikan perasaan, dan membangun kembali kepercayaan diri setelah menghadapi situasi sulit.

Karena itu, Muhaimin Iskandar melihat seni lukis dapat menjadi salah satu pendekatan dalam pemulihan psikososial anak terdampak bencana.

Melalui kegiatan kreatif, anak-anak memiliki ruang yang aman untuk menuangkan cerita dan pengalaman yang terkadang sulit disampaikan melalui kata-kata.

Ia menilai dari ruang pemulihan tersebut tumbuh potensi pemberdayaan yang lebih luas.

Ia meyakini kreativitas anak-anak dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga menjadi bekal untuk mengenal dan memasuki ekosistem ekonomi kreatif di masa depan.

Kemenko PM pun memastikan berbagai program kementerian dan lembaga dapat terkoordinasi serta menghasilkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam konteks itu, menurut dia, ekonomi kreatif perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah karya anak bangsa.

"Ekonomi kreatif kini menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, karya masyarakat perlu mendapatkan ruang apresiasi sekaligus akses agar dapat terus berkembang dan memiliki nilai tambah," kata Muhaimin Iskandar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Sekolah Tak Sekadar Gratis ...

Warga Berkarunia Khusus Dilibatkan dalam Drama Musikal Sirena

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Warga Berkarunia Khusus Dil...
Luar Negeri
Paus Leo XIV: Kekhawatiran ...
Advertisement
Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.