Trump Jadikan Perjanjian Abraham Syarat Kerja Sama Nuklir Saudi
📅 Jumat, 24 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiJuru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan dua kapal tanker, ENCELIA dan LAYLA, menjadi sasaran rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak karena dituduh melanggar pembatasan maritim yang baru diumumkan kelompok tersebut.
Sarea mengklaim serangan menyebabkan kedua kapal terbakar dan operasi berjalan sesuai rencana. Namun, ia tidak menyebut lokasi kejadian maupun memberikan bukti yang dapat memverifikasi klaim tersebut.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Arab Saudi.
Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan menerima informasi mengenai sebuah insiden terhadap kapal tanker sekitar 70 mil laut di barat daya Al Shuqaiq, Arab Saudi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut UKMTO, nakhoda kapal melaporkan kapal dihantam proyektil tak dikenal yang memicu kebakaran di atas kapal. Awak kapal dilaporkan berupaya memadamkan api.
Serangan yang diklaim Houthi terjadi dua hari setelah kelompok tersebut memperluas pembatasan pelayaran terhadap kapal-kapal yang melakukan perdagangan dengan pelabuhan Arab Saudi.
Houthi menyatakan kebijakan itu merupakan respons atas penutupan Bandara Internasional Sanaa, yang mereka tuding mendapat dukungan Arab Saudi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!