Perampingan BUMN Butuh Integrasi Menyeluruh
📅 Jumat, 24 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Kalau PMI berjalan lancar, maka diharapkan value creation bisa tercipta segera. Namun, kalau PMI berjalan lambat dan penuh tantangan, maka harapan value creation di BUMN hasil konsolidasi juga agak pesimistis," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menutup, menggabungkan, dan mengonsolidasikan 250 BUMN hingga 31 Juli 2026.
Menurut Presiden, langkah tersebut diperkirakan mampu menghemat sekitar Rp50 triliun dari biaya rutin seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, listrik, serta biaya operasional lainnya.
Prabowo juga menargetkan jumlah BUMN berkurang menjadi maksimal 350 perusahaan pada akhir 2026 dari sebelumnya 1.077 BUMN. Jika target tersebut tercapai, pemerintah memperkirakan potensi penghematan dapat meningkat menjadi Rp70 triliun hingga Rp80 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa keberhasilan program perampingan tidak boleh hanya diukur dari besarnya efisiensi anggaran. Yang lebih penting adalah memastikan konsolidasi benar-benar menghasilkan perusahaan negara yang lebih sehat, profesional, fokus pada bisnis inti, serta mampu memberikan pelayanan publik dan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!