Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perampingan BUMN Butuh Integrasi Menyeluruh

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perampingan BUMN Butuh Integrasi Menyeluruh Doc: istimewa
Ket. Esther Sri Astuti Direktur Eksekutif Indef - BUMN yang sehat mampu memberikan dividen yang lebih optimal dan mendukung pendanaan proyek strategis nasional.

Perampingan tidak boleh berhenti pada pengurangan jumlah perusahaan semata, tetapi harus diikuti evaluasi menyeluruh terhadap fungsi, model bisnis, dan kontribusi masing-masing entitas.

Jakarta – Rencana pemerintah merampingkan badan usaha milik negara (BUMN) melalui penutupan, merger, dan konsolidasi dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi dan memperkuat kinerja perusahaan pelat merah. Namun, para ekonom mengingatkan keberhasilan kebijakan tersebut tidak cukup diukur dari besarnya penghematan anggaran, melainkan juga harus dibuktikan melalui perbaikan tata kelola, peningkatan produktivitas, dan penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan restrukturisasi BUMN dapat memperbaiki kondisi keuangan perusahaan negara, terutama melalui penataan kembali struktur pembiayaan dan penyelesaian persoalan utang.

"BUMN yang sehat mampu memberikan dividen yang lebih optimal dan mendukung pendanaan proyek strategis nasional," kata Esther, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Kamis (23/7).

Menurutnya, pembentukan holding maupun merger antarbadan usaha juga dapat meningkatkan efisiensi karena mengurangi fungsi-fungsi yang tumpang tindih serta membuat organisasi menjadi lebih ramping dan kompetitif.

Selain itu, restrukturisasi dinilai berpotensi memperkuat tata kelola perusahaan melalui peningkatan transparansi dan penerapan prinsip good corporate governance (GCG) sehingga mampu meminimalkan risiko penyimpangan maupun korupsi.

Meski demikian, Esther mengingatkan masih terdapat persoalan mendasar yang perlu dibenahi, yakni banyaknya anak usaha hingga cucu perusahaan BUMN yang dinilai tidak selalu memiliki keterkaitan dengan bisnis inti perusahaan induknya.

Menurutnya, perampingan tidak boleh berhenti pada pengurangan jumlah perusahaan semata, tetapi harus diikuti evaluasi menyeluruh terhadap fungsi, model bisnis, dan kontribusi masing-masing entitas.

Meningkatkan Produktivitas

Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai kebijakan streamlining BUMN yang dijalankan Danantara merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan produktivitas perusahaan negara.

"Pemangkasan jumlah BUMN diharapkan akan mengembalikan BUMN kepada core business," ujarnya.

Ia menilai langkah tersebut dapat mengurangi duplikasi usaha, memperkuat pengawasan, sekaligus menekan biaya operasional dan belanja modal negara.

Namun, Toto mengingatkan tantangan terbesar justru muncul setelah proses merger dilakukan.

Menurutnya, keberhasilan konsolidasi sangat bergantung pada proses post merger integration (PMI), mulai dari penyatuan sistem operasional, standar kerja, hingga budaya perusahaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Daerah
BMKG Sebut 25 Daerah Jateng...
Megapolitan
Rabu Ini Jakarta Diselimuti...
Megapolitan
PVMBG Rekam Aktivitas Erups...
Advertisement
Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.