Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

65 Siswa SDN Jetak Blora Terpaksa Belajar di Rumah Warga, Gedung Sekolah Masih Diperbaiki.

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 13:57 WIB | Oleh:
65 Siswa SDN Jetak Blora Terpaksa Belajar di Rumah Warga, Gedung Sekolah Masih Diperbaiki. Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah siswa SD Negeri Jetak mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di salah satu rumah warga di Desa Jetak, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (24/7) karena bangunan sekolahnya sedang direnovasi.

Sebanyak 65 siswa SD Negeri Jetak, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, harus menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah warga, karena bangunan sekolahnya masih dalam perbaikan.  

"Selama bangunan sekolahnya dalam proses revitalisasi, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di tiga rumah warga. Hal ini sebagai solusi agar siswa tetap bisa mengikuti KBM," kata Kepala SD Negeri Jetak Ngatmin, di Blora, Jumat. 

Ia mengatakan tempat pembelajaran di rumah warga karena sebagian besar bangunan sekolah sedang direhabilitasi, sehingga tidak memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.  

Sementara pemanfaatan rumah warga, kata dia, merupakan hasil kesepakatan dengan masyarakat sekitar agar proses pendidikan tetap berjalan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.  

Ngatmin mengungkapkan jumlah peserta didik SD Negeri Jetak pada tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 65 siswa, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya berkisar 50-55 siswa.  

Peningkatan tersebut didorong adanya penambahan siswa baru di kelas I, penambahan siswa di kelas V, serta murid pindahan dari Semarang dan Tangerang.  

Ia berharap proses revitalisasi dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga seluruh siswa dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di gedung sekolah yang telah diperbaiki dengan fasilitas yang lebih representatif.  

Sementara itu, Pelaksana Program Revitalisasi Sekolah 2026 di SD Negeri Jetak Suparman mengatakan pekerjaan revitalisasi meliputi rehabilitasi enam ruang kelas dengan anggaran Rp742,9 juta, rehabilitasi satu ruang administrasi senilai Rp123,97 juta, penataan lingkungan sekolah sebesar Rp150 juta, serta rehabilitasi kamar mandi/WC dengan anggaran sekitar Rp19,2 juta.  

"Revitalisasi ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar lebih aman, nyaman, dan layak digunakan sebagai tempat belajar," ujarnya.  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...
Daerah
NTT Terus Diguncang Gempa S...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
UMKM Tegal Punya Harapan Ba...
Olahraga
Awal yang Baik bagi Madrid ...

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pemkot Buka Bandung Great Sale 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.