Dulu Zona Perang, Kini Barista Perempuan Jadi Wajah Baru Kebangkitan Kedai Kopi di Somalia
📅 Kamis, 23 Jul 2026, 00:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Pekerjaan ini membiayai kuliah saya dan membantu menghidupi keluarga. Saya juga menjadi lebih percaya diri dan tahu apa yang ingin saya lakukan dalam hidup. Saya bermimpi suatu hari memiliki bisnis sendiri."
Beydan sendiri berkembang pesat sejak berdiri pada 2018 sebagai toko roti rumahan. Kini perusahaan itu memiliki lebih dari 10 cabang di seluruh Somalia dengan 136 karyawan, lebih dari 40 persen di antaranya adalah perempuan.
Pendiri Beydan, Najiib Abdullahi, mengatakan kawasan tempat mereka membuka gerai pertama dulunya nyaris tidak memiliki aktivitas ekonomi.
"Ketika kami membuka toko pertama pada 2019, jalan ini benar-benar sepi. Kini kawasan itu menjadi salah satu pusat bisnis paling ramai di Mogadishu," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Abdullahi, keberhasilan Beydan diharapkan mampu menginspirasi diaspora Somalia untuk kembali berinvestasi di tanah air.
"Kami bangga bisa membuka jalan bagi orang lain untuk kembali dan membangun negara kami. Visi kami adalah berekspansi ke seluruh Afrika, dimulai dari Nairobi."
Pesatnya perkembangan industri kopi juga mendorong munculnya berbagai lembaga pelatihan barista di Mogadishu. Di luar pekerjaannya sebagai barista, Hassan kini juga mengajar di salah satu pusat pelatihan tersebut.
"Sebagian besar murid saya adalah perempuan. Itu membuat saya semakin bersemangat karena saya bisa ikut membawa perubahan bagi generasi muda Somalia," ujarnya.
Dengan lebih dari 70 ribu pengikut di TikTok, Hassan rutin membagikan aktivitasnya sebagai barista sekaligus menginspirasi anak-anak muda agar berani mempelajari keterampilan baru.
"Sekarang banyak anak muda bertanya bagaimana cara menjadi barista dan di mana mereka bisa belajar. Saya melihat masa depan industri perhotelan Somalia sangat cerah, dan suatu hari nanti, insya Allah, saya ingin membuka kafe saya sendiri."
Di akhir pesannya, Hassan memberikan semangat kepada perempuan muda Somalia agar tidak takut mengejar impian.
"Saya ingin mendorong para perempuan untuk terus belajar dan memiliki sebanyak mungkin keterampilan. Jangan pernah mendengarkan orang yang mengatakan bahwa kalian tidak bisa melakukannya."
Kisah Hassan menjadi simbol perubahan di Mogadishu. Di kota yang dulu dikenal karena konflik berkepanjangan, secangkir kopi kini menjadi lambang harapan baru—menghadirkan peluang kerja, memperkuat peran perempuan, sekaligus membangun kembali kehidupan sosial masyarakat Somalia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!