IHSG Hari Ini Terkoreksi, Aksi Profit Taking Seret Indeks ke Zona Merah
📅 Rabu, 22 Jul 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan pelaku pasar setelah penguatan pada beberapa sesi sebelumnya.
Tekanan jual lebih dipengaruhi oleh strategi investor merealisasikan keuntungan di tengah minimnya sentimen positif baru, dibandingkan perubahan fundamental emiten.
Pergerakan indeks ke depan akan bergantung pada masuknya katalis domestik maupun global yang mampu mengembalikan minat beli dan menjaga optimisme pasar.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/7) sore ditutup melemah 5,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.334,48 seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar setelah penguatan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,09 poin atau 0,64 persen ke posisi 632,55.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pelemahan tersebut terutama dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah penguatan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5.75 persen, sebagai upaya memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global, serta untuk mempertahankan inflasi berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada tahun 2026 dan 2027.
"Keputusan itu mencerminkan keyakinan BI terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah dan inflasi yang tetap terkendali, sekaligus menjaga ruang pertumbuhan ekonomi domestik," ujar Ratna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN tercatat senilai Rp196,5 triliun pada semester I-2026, atau setara 0,76 persen dari PDB atau masih di bawah batas 3 persen dari PDB sesuai ketentuan Undang-Undang (UU).
Dari mancanegara, bursa saham global menguat ditopang oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah sebelumnya masuk ke fase bear market akibat aksi profit taking (ambil untung) pada tema kecerdasan buatan (AI).
Meski prospek jangka panjang AI dinilai masih kuat, pasar tetap mencermati tingginya belanja modal (capex) perusahaan-perusahaan teknologi besar serta potensi imbal hasil investasinya.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 1,42 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,19 persen dan 0,59 persen.
Sedangkan lima sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 2,07 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 1,07 persen dan 0,35 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!