Menteri Kelautan dan Perikanan Sebut Peleburan 11 Politeknik Jadi Institut Kelautan Indonesia untuk Perkuat Ekonomi Biru RI
📅 Selasa, 21 Jul 2026, 14:48 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan penggabungan atau peleburan 11 politeknik menjadi satu bernama Institut Kelautan Indonesia (IKI) atau Ocean Institute of Indonesia (OII) dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam pembangunan ekonomi biru berkelanjutan.
"Ini (11 politeknik) disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya, tujuan akhirnya karena saya akan lihat ukuran-ukuran suksesnya. Kita mau menuju ke yang namanya ekonomi biru, kita ingin mengimplementasikan ekonomi biru," kata Trenggono di Jakarta, Selasa (21/7).
Dia menekankan hal itu dalam peresmian Ocean Institute of Indonesia sebagai langkah penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan di Indonesia.
Trenggono mengatakan pembentukan Institut Kelautan Indonesia merupakan langkah strategis menyatukan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan agar mampu menghasilkan lulusan yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri modern.
Menurut dia, penyatuan seluruh politeknik dilakukan setelah melihat perlunya pembaruan menyeluruh terhadap sistem pendidikan vokasi, mulai dari kurikulum, organisasi, hingga orientasi lulusan sesuai kebutuhan sektor kelautan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai transformasi pendidikan vokasi diperlukan karena metode pembelajaran dan fasilitas praktik di sejumlah politeknik masih belum mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan industri kelautan dan perikanan saat ini.
Trenggono menegaskan Institut Kelautan Indonesia diarahkan melahirkan inovasi, teknologi, serta industri baru yang mampu mempercepat implementasi ekonomi biru melalui pemanfaatan potensi kelautan secara berkelanjutan dan bernilai tambah.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi ekonomi biru yang sangat besar, namun belum diimbangi lahirnya inovasi dan industri berbasis riset yang mampu mengoptimalkan kekayaan sumber daya kelautan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan institut tersebut juga diharapkan mampu mencetak tenaga terampil yang memenuhi kebutuhan industri kelautan global sehingga lulusan memiliki daya saing tinggi dan terserap di pasar internasional.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi guna memperkuat kualitas akademik, riset, dan pengembangan pendidikan vokasi kelautan.
Trenggono menambahkan setiap kampus nantinya akan memiliki spesialisasi sesuai potensi wilayah sehingga mampu mendukung pengembangan ekonomi biru dan meningkatkan kontribusi sektor kelautan serta perikanan bagi perekonomian nasional.
"Jadi ke depan program berikutnya kalau mau mencari ahli budi daya lobster misalnya (ada) di politeknik. Kalau mau ahli di budidaya rumput laut misalnya di Kupang dan seterusnya. Jadi ada spesifikasi," katanya.
"Jadi artinya tidak semua kampus itu sama, pendidikannya sama semua tapi memiliki spesifikasi-spesifikasi yang kemudian kita arahkan ke sana," kata Trenggono.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP I Nyoman Radiarta mengatakan mengatakan transformasi pendidikan vokasi dilakukan untuk meningkatkan mutu, daya saing, dan pengakuan internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!