Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya Umumkan Pemerintah Akan Terbitkan Panda Bond pada 23 Juli 2026

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 16:13 WIB | Oleh:
Menkeu Purbaya Umumkan Pemerintah Akan Terbitkan Panda Bond pada 23 Juli 2026 Doc: antara foto
Ket. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7).

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pemerintah akan menerbitkan surat utang berdenominasi renminbi, Panda Bond, pada 23 Juli 2026.

Untuk penerbitan perdana, pemerintah menargetkan nilai emisi sebesar 1 miliar dollar AS.

"Karena ini merupakan pasar baru, kami akan menjajakinya terlebih dahulu. Walaupun permintaannya mungkin sangat besar, penerbitan tahap pertama kami batasi sebesar 1 miliar dollar AS. Jika diperlukan, beberapa bulan kemudian kami dapat melakukan penerbitan kembali dengan nilai yang lebih besar," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7).

Purbaya menjelaskan, dalam penerbitan Panda Bond, Bank of China (BOC) ditunjuk sebagai lead underwriter sekaligus lead bookrunner.

Sementara itu, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), CITIC, China International Capital Corporation (CICC), dan DBS Bank China bertindak sebagai joint lead underwriters dan joint bookrunners.

Adapun Agricultural Bank of China (ABC), China Construction Bank (CCB), dan CEXIM ditunjuk sebagai co-managers.

Lebih lanjut, Menkeu Purbaya mengatakan lembaga pemeringkat asal China, China Lianhe Rating Co., Ltd., pada 1 Juli 2026 memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil (AAA/Stable) kepada Panda Bond.

Menurut dia, lembaga pemeringkat tersebut memberikan penilaian berdasarkan sejumlah pertimbangan.

Pertimbangan pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat di atas 5 persen sejak 2022 dan diperkirakan berlanjut pada 2026-2027, didukung oleh efektivitas kebijakan pemerintah.

"Dasar pertimbangannya adalah ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh di atas 6 persen, fundamental ekonomi yang solid, posisi sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, serta ketahanan terhadap guncangan eksternal," jelas Purbaya.

Selain itu, utang luar negeri Indonesia dinilai relatif rendah dengan kapasitas pembayaran yang kuat, didukung oleh cadangan devisa yang memadai.

"Lembaga pemeringkat tersebut juga menilai rasio utang pemerintah Indonesia sekitar 40 persen terhadap PDB (produk domestik bruto), yang masih tergolong rendah," kata Menkeu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.