Jateng Gelar Pasar Rakyat dan Budaya, Tampilkan Ratusan Karya Seni
📅 Selasa, 21 Jul 2026, 16:07 WIB | Oleh: SriyonoSEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menggelar Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Surakarta, menampilkan ratusan karya seni multidisiplin.
Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, di Surakarta, Selasa (21/7), mengatakan bahwa pergelaran itu merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jateng ke - 81, sekaligus memberi kesempatan kepada para seniman untuk menampilkan karyanya.
Ratusan karya seni ditampilkan pada 20-31 Juli 2026, di antaranya pentas seni pertunjukan dengan 61 penyaji seni lintas daerah, 24 grup band, 100 karya seni lukis, 15 instalasi, dan tiga patung.
Selain itu juga menampilkan seni rakyat dan tradisional terdiri dari sepuluh kelompok seni lesung, lima kelompok reog, dan lima kelompok barongsai.
Serta, bazar UMKM sebanyak 50 stan produk lokal kreatif, dan juga wahana permainan rakyat yang menjadi daya tarik masyarakat untuk datang bersama keluarga mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Harapannya bisa dilihat dan dinikmati masyarakat, sehingga muncul rasa cinta terhadap budaya. Karena kunci dari pelestarian adalah rasa cinta terhadap budaya itu sendiri," katanya.
Ia mengatakan sengaja memilih TBJT sebagai lokasi gelaran tersebut karena dinilai sebagai rumah yang inklusif bagi seluruh seniman dan budayawan Jateng untuk berlatih dan berekspresi.
Diharapkan, keterlibatan masyarakat dapat memicu semangat bersama dalam menjaga seni tradisional agar tidak punah ditelan zaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berharap masyarakat bisa hadir di sini, menikmati kekayaan budaya dan seni yang dimiliki Jawa Tengah. Mari kita lestarikan bersama-sama," katanya.
Ia menegaskan bahwa karya para seniman di momentum Pasar Raya itu ditampilkan secara lebih optimal dan terbuka bagi publik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jateng Hanung Triyono menambahkan TBJT merupakan ruang hidup bagi kebudayaan dan ruang berekspresi bagi para seniman.
"Pasar Raya ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi lintas pihak. Apabila ekosistem budaya tumbuh, dampaknya akan jauh lebih luas bagi ekonomi dan kearifan lokal," katanya.
Kepala Sub Bagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jateng Marlia Yulianti Rosyidah menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dalam komitmennya memajukan kebudayaan melalui penyelenggaraan Pasar Raya 2026.
Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen memperkuat ekosistem kebudayaan di Jateng melalui revitalisasi ruang budaya, dana Indonesia Raya, dan Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FKP).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!