Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era Emas Sepak Bola Spanyol Dimulai

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 06:47 WIB | Oleh:
Era Emas Sepak Bola Spanyol Dimulai Doc: FRANCK FIFE / AFP
Ket. Gelandang Spanyol bernomor punggung 16, Rodri, mengangkat trofi bersama rekan-rekan setimnya setelah memenangkan pertandingan final turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 19 Juli 2026.

EAST RUTHERFORD – Bagi Spanyol, trofi Piala Dunia 2026 bukanlah garis finis, melainkan titik awal sebuah perjalanan yang berpotensi mengubah peta kekuatan sepak bola internasional dalam satu dekade mendatang. Kemenangan 1-0 atas juara bertahan Argentina dalam laga final di Stadion MetLife, Senin (20/7) dini hari WIB, menjadi penegasan bahwa tim berjuluk La Roja itu bukan sekadar kembali menjadi juara dunia, tetapi telah melahirkan generasi baru yang siap membangun era kejayaan berikutnya.

Gol Ferran Torres pada menit ke-106 memang memastikan trofi kedua Piala Dunia setelah keberhasilan bersejarah pada tahun 2010. Namun, kemenangan itu sesungguhnya merupakan buah dari proyek regenerasi yang dibangun bertahun-tahun oleh pelatih Luis de la Fuente sejak menangani tim-tim junior Spanyol. Saat generasi emas yang dipimpin Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Gerard Pique, hingga David Silva telah lama meninggalkan panggung, fondasi permainan Spanyol ternyata tetap kokoh berdiri.

Kini tongkat estafet berada di tangan Rodri, Pedri, Lamine Yamal, Nico Williams, Gavi, Pau Cubarsi, Mikel Merino, hingga Unai Simon. Mereka bukan sekadar pemain berbakat, tetapi simbol keberhasilan sistem pembinaan sepak bola Spanyol yang terus menghasilkan talenta dengan karakter permainan yang sama: menguasai bola, sabar membangun serangan, serta mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan individu. Filosofi itulah yang kembali membawa Spanyol berdiri di puncak dunia.

Sepanjang laga final, La Roja benar-benar mendikte permainan. Mereka menguasai lebih dari 65 persen bola, melepaskan 12 tembakan tepat sasaran, dan mencatat jumlah operan sukses lebih dari dua kali lipat dibanding Argentina. Sebaliknya, tim asuhan Lionel Scaloni nyaris tidak mampu keluar dari tekanan. Bahkan sepanjang 120 menit, Argentina gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Dominasi tersebut memang tidak langsung menghasilkan gol. Seperti dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Spanyol masih memperlihatkan satu kelemahan yang belum sepenuhnya teratasi, yakni absennya penyerang tengah murni yang memiliki naluri pembunuh di depan gawang.

Sejumlah peluang lahir melalui kombinasi umpan-umpan pendek yang rapi, tetapi penyelesaian akhirnya belum maksimal. Namun, kekurangan itu berhasil ditutup oleh kedalaman skuad. Lagi-lagi, pemain pengganti menjadi pembeda.

Luis de la Fuente melakukan pergantian yang mengubah jalannya pertandingan. Masuknya Nico Williams dan Ferran Torres memberikan energi baru ketika laga mulai mengarah ke adu penalti. Pada menit ke-106, Pedro Porro mengirim umpan silang ke tiang jauh. Williams menyundul bola ke depan gawang dan Torres menyambarnya dengan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Emiliano Martinez.

Gol tersebut menjadi penentu ketiga yang dicetak pemain pengganti Spanyol sepanjang fase gugur. Statistik itu menunjukkan bahwa kekuatan utama La Roja bukan berada pada satu atau dua pemain bintang, melainkan pada kolektivitas seluruh anggota skuad.

“Gol ini milik 47 juta rakyat Spanyol, bukan hanya milik saya atau 26 pemain di tim ini,” ujar Torres. Semua final selalu sulit. Menghadapi Messi tentu membuat tegang, tetapi kami tidak pernah berhenti percaya pada sepak bola.

Pernyataan Torres mencerminkan karakter Spanyol sepanjang turnamen. Dari 14 gol yang mereka cetak dalam delapan pertandingan, delapan pemain berbeda ikut menyumbang gol. Sebelumnya, saat menjuarai Piala Eropa 2024, mereka juga mencatat rekor 16 gol melalui kontribusi 10 pencetak gol berbeda. Tidak ada ketergantungan kepada satu sosok superstar.

Prestasi individu pun melengkapi dominasi tersebut. Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik, Unai Simon meraih penghargaan Kiper Terbaik, sedangkan Rodri terpilih sebagai Pemain Terbaik turnamen. Hanya Sepatu Emas yang gagal dibawa pulang setelah menjadi milik penyerang Prancis, Kylian Mbappe.

Lebih mengesankan lagi, kemenangan atas Argentina memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan. Catatan itu melampaui rekor Italia dan menjadi bukti konsistensi mereka sejak menjuarai Piala Eropa dua tahun lalu. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Penyegaran, Tujuh Pejabat Tinggi Jakarta Dilantik

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Penyegaran, Tujuh Pejabat T...

Venus Williams Dapat Wildcard Tampil di US Open 2026

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Venus Williams Dapat Wildca...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Andrea Bocelli Siap Gelar Konser "Romanza 30th Anniversary World Tour" di Indonesia

Andrea Bocelli Siap Gelar Konser "Romanza 30th Anniversary World Tour" di Indonesia

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.