Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Palu Molekuler”, Mampu Menghancurkan 99 Persen Sel Kanker Tanpa Kemoterapi

📅 Senin, 20 Jul 2026, 07:36 WIB | Oleh:

Keberhasilan tersebut kemudian diuji pada tikus yang menderita melanoma. Sekitar 50 persen tikus yang menjalani terapi dinyatakan bebas kanker, hasil yang dinilai cukup menjanjikan untuk sebuah penelitian tahap awal.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa keberhasilan pada hewan belum tentu memberikan hasil serupa pada manusia. Dalam dunia kedokteran, banyak terapi yang berhasil pada tikus tetapi gagal ketika memasuki uji klinis karena kompleksitas tubuh manusia jauh lebih tinggi.

Tim peneliti tidak berhenti pada hasil tersebut. Pada akhir 2024 mereka menerbitkan penelitian lanjutan dalam jurnal Advanced Science yang membahas berbagai variasi molecular jackhammer. Pengembangan tersebut bertujuan agar mesin molekuler dapat dirancang secara lebih spesifik untuk berbagai jenis kanker.

Beberapa modifikasi memungkinkan molekul mengenali target tertentu sehingga terapi menjadi semakin presisi dan mengurangi kemungkinan mengenai jaringan sehat. Penelitian lanjutan juga mulai mengevaluasi aspek keamanan.

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah kemungkinan molekul tersebut bersifat toksik terhadap sel normal. Namun hasil awal menunjukkan bahwa aminocyanine yang belum diaktifkan oleh cahaya inframerah dapat dengan cepat diserap dan dikeluarkan kembali oleh sel-sel sehat.

Jalan Masih Panjang

Walaupun hasil penelitian terlihat sangat menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa molecular jackhammer masih berada pada tahap proof of concept. Masih banyak tahapan yang harus dilalui sebelum teknologi ini dapat digunakan di rumah sakit.

Tahapan tersebut meliputi pengujian pada lebih banyak model hewan, evaluasi toksisitas jangka panjang, penentuan dosis yang aman, hingga uji klinis bertahap pada manusia untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Jika seluruh proses tersebut berhasil dilalui, molecular jackhammer berpotensi menjadi salah satu inovasi terbesar dalam terapi kanker selama beberapa dekade terakhir.

Teknologi tersebut bukan dimaksudkan untuk langsung menggantikan kemoterapi atau operasi, melainkan dapat menjadi pilihan terapi baru yang lebih presisi, minim invasif, dan berpotensi mengurangi efek samping pengobatan. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.