Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Palu Molekuler”, Mampu Menghancurkan 99 Persen Sel Kanker Tanpa Kemoterapi

📅 Senin, 20 Jul 2026, 07:36 WIB | Oleh:
“Palu Molekuler”, Mampu Menghancurkan 99 Persen Sel Kanker Tanpa Kemoterapi Doc: Jeff Fitlow / Universitas Rice
Ket. Ciceron Ayala-Orozco adalah penulis utama sebuah studi yang menunjukkan bagaimana "palu bor" molekuler, yang diaktifkan secara plasmonik oleh cahaya inframerah dekat, dapat menghancurkan dan membunuh sel-sel kanker. [Gambar

SELAMA lebih dari setengah abad, pengobatan kanker bertumpu pada tiga pendekatan utama: operasi untuk mengangkat tumor, radioterapi untuk menghancurkan jaringan ganas dengan radiasi, dan kemoterapi yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Ketiganya telah menyelamatkan jutaan nyawa, tetapi juga memiliki keterbatasan, mulai dari efek samping yang berat hingga munculnya resistensi terapi pada sebagian pasien.

Kini, harapan baru muncul dari laboratorium di Amerika Serikat. Para ilmuwan mengembangkan teknologi revolusioner yang tidak mengandalkan reaksi kimia untuk membunuh sel kanker, melainkan menggunakan gaya mekanis pada tingkat molekuler.

Teknologi tersebut diberi nama molecular jackhammer atau «palu molekuler.» Cara ini berupa sebuah mesin molekuler berukuran sangat kecil yang mampu menghancurkan membran sel kanker hanya dalam hitungan menit setelah diaktifkan menggunakan cahaya inframerah dekat (near-infrared light).

Hasil penelitian awal yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Chemistry menunjukkan teknologi tersebut mampu menghancurkan sekitar 99 persen sel kanker pada kultur laboratorium. Bahkan, pada uji praklinis menggunakan tikus yang menderita melanoma, sekitar 50 persen hewan percobaan berhasil bebas dari kanker setelah menjalani terapi.

Temuan tersebut berasal dari kolaborasi ilmuwan Rice University, Texas A&M University, dan The University of Texas, yang dipimpin oleh profesor kimia James M. Tour bersama rekannya Dr. Ciceron Ayala-Orozco.

Cara Baru Membunuh

Sel Kanker

Selama ini hampir seluruh obat kanker bekerja melalui mekanisme biologis atau kimia. Kemoterapi, misalnya, menghambat pembelahan sel sehingga sel kanker mati. Namun, obat-obatan tersebut sering kali juga menyerang sel sehat yang tumbuh cepat, seperti sel rambut, sel darah, dan lapisan saluran pencernaan. Akibatnya muncul efek samping seperti rambut rontok, mual, muntah, hingga penurunan sistem kekebalan tubuh.

Pendekatan molecular jackhammer sama sekali berbeda dari pendekatan sebelumnya. Alih-alih “meracuni” sel kanker, teknologi ini bekerja seperti palu berukuran molekul yang menghancurkan sel secara fisik.

“Penelitian ini memperkenalkan cara berbeda untuk mengobati kanker menggunakan gaya mekanis pada skala molekuler,” ujar Dr. Ciceron Ayala-Orozco saat hasil penelitian pertama dipublikasikan seperti dikutip dari Science Alert.

Karena bekerja secara mekanis, pendekatan ini diperkirakan akan jauh lebih sulit dilawan oleh sel kanker dibandingkan terapi berbasis obat.

Memanfaatkan Molekul

Salah satu keunggulan teknologi ini adalah tidak menggunakan bahan yang sepenuhnya baru. Peneliti memanfaatkan aminocyanine, yakni molekul pewarna sintetis yang selama bertahun-tahun telah digunakan dalam dunia kedokteran sebagai zat kontras untuk pencitraan biologis dan deteksi kanker.

Molekul tersebut memiliki beberapa karakteristik penting. Selain stabil di lingkungan berair seperti tubuh manusia, aminocyanine juga mudah menempel pada permukaan membran sel, termasuk sel kanker.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Bakal P...
Megapolitan
Pemkot Jakarta Timur Bersih...
Nasional
Bapanas Sebut Harga Telur M...
Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik

Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik

20 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.