Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemarau Ancam Produksi Pertanian, Pemprov Sulut Bergerak Lakukan Antisipasi.

📅 Senin, 20 Jul 2026, 17:52 WIB | Oleh:
Kemarau Ancam Produksi Pertanian, Pemprov Sulut Bergerak Lakukan Antisipasi. Doc: Antara Foto
Ket. Seorang petani menangani rumput liar di antara tanaman padi di Minahasa, Senin (18/5).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mulai melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kemarau terhadap produksi pertanian di daerah setempat.

"Melihat kondisi cuaca saat ini, kami langsung melakukan antisipasi agar produksi pertanian di Sulut tetap meningkat," kata Gubernur Sulut Yulius Selvanus di Manado, Senin.

Dia mengatakan dalam menindaklanjuti Surat Menteri Pertanian tentang antisipasi dampak kemarau terhadap produksi pertanian serta antisipasi dini dampak musim kemarau 2026 yang berpotensi kekeringan itu, Pemprov Sulut langsung membuat langkah strategis.

Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan dan diantisipasi, yakni melakukan pemetaan wilayah langganan kekeringan dan langkah sistem peringatan dini dengan memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG untuk perencanaan tanam dan panen.

Selain itu, mengoptimalkan pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, sumur air dangkal, dan sumber air lainnya, serta memanfaatkan pompanisasi, perpipaan, dan irigasi perpompaan.

Selain itu, melakukan percepatan tanam pada wilayah potensial dengan menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan seperti padi (inpago, Inpari, Situbagendit, Situpatenggang) dan jagung serta mewaspadai serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang mungkin meningkat.

"Mengatur pola tanam sesuai kondisi iklim dan ketersediaan air pada masing-masing wilayah," katanya.

Pemerintah, katanya, meningkatkan koordinasi dan sinergi antara kabupaten/kota, perangkat serta seluruh pemangku kepentingan dalam pemantauan kondisi lahan pertanian sebagai upaya peningkatan produksi dan melaporkan produksinya kepada Gubernur Sulawesi Utara.

Petani sawah berasal dari Minahasa, Refly S, mengatakan saat ini hampir semua sawah di wilayah Langowan dan Kakas mulai kering yang pasti akan berdampak pada produksi padi.

Dia mengatakan saat ini, kondisi padi sawah masih dalam proses mengeluarkan buah, sehingga membutuhkan air yang cukup, akan tetapi saat ini aliran air sama sekali tidak ada.

Seorang petani sawah di Kakas, Welly T, mengaku kondisi sawah di wilayah setempat hanya bermodalkan air tadah hujan, akan tetapi sudah beberapa pekan terakhir ini, terjadi cuaca panas yang berdampak terhadap persediaan air.

"Kami berharap ada upaya pemerintah sehingga air bisa mengalir lagi di sawah." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PAM Jaya Siapkan Bantuan Ai...
Luar Negeri
Kebakaran Hutan di Spanyol,...

Puhiri Merapat ke Persis Solo untuk Kompetisi Mendatang

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Puhiri Merapat ke Persis So...

300 Hektare Capaian Luas Izin Usaha Pertambangan di Blora

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
300 Hektare Capaian Luas Iz...
Luar Negeri
Trump Perintahkan Pemberlak...

Naik Hampir 200 Persen Investasi Bauksit

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Naik Hampir 200 Persen Inve...
Nasional
Bapanas Ajak Pemda Jaga Sta...
Luar Negeri
Uni Eropa Dukung Konservasi...
Olahraga
Persis Solo Datangkan Teren...
Megapolitan
Layanan SIM Keliling di Jak...
Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.