Ratusan Kera dari Pegunungan Wilis Turun ke Permukiman Desa Ngebel Ponorogo
📅 Kamis, 16 Jul 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim PenulisPonorogo - Ratusan kera ekor panjang (maccaa fascicularis) kembali terlihat berkeliaran di kawasan Pasar Ngebel, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis, seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis pada musim kemarau.
Menurut keterangan warga desa, kemunculan kawanan kera tersebut merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun saat musim kemarau.
"Kalau musim kemarau mereka sering turun mencari makan. Datangnya bergerombol, jumlahnya bisa lebih dari seratus ekor," kata Kepri, warga Desa Wagir Lor memberi kesaksian.
Menurut dia, kawanan kera umumnya menyisir area pasar untuk mencari sisa makanan atau mengambil makanan yang diletakkan terbuka di lapak pedagang.
Meski demikian, selama ini satwa liar tersebut tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap warga maupun pengunjung pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Biasanya mereka hanya mencari makanan. Kalau dagangan ditutup atau dijaga, mereka juga tidak mengganggu," ujarnya.
Warga lainnya, Kasno, mengatakan kemunculan kera hampir terjadi setiap hari selama musim kemarau karena ketersediaan pakan di habitat alaminya berkurang.
"Hampir setiap hari turun. Selama ini hanya mencari makan dan tidak pernah menyerang pedagang," katanya.
Warga mengimbau pedagang maupun pengunjung pasar untuk menyimpan makanan dengan baik agar tidak memancing kawanan kera mendekat ke area aktivitas masyarakat.
Fenomena tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar Telaga Ngebel yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Pegunungan Wilis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!