Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendataan Desa yang Terdampak Kekeringan di Sampang

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendataan Desa yang Terdampak Kekeringan di Sampang Doc: Antara
Ket. Dokumen penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada musim kemarau 2025.

Sampang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur mulai melakukan pendataan jumlah desa terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih yang biasa terjadi pada musim kemarau seperti sekarang ini.

Kasi Kedaruratan BPBD Pemkab Sampang Moh Hozin di Sampang, Kamis mengatakan, langkah itu dilakukan menyusul adanya penetapan dari pemerintah yang menyebutkan status siaga darurat kekeringan sejak 29 Mei dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2026.

"Penetapan status ini menjadi landasan bagi BPBD Kabupaten Sampang untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026 ini," katanya.

Oleh karena itu, sambung dia, BPBD Sampang langsung menerjunkan tim, melakukan pendataan ke desa-desa yang berpotensi rawan kekeringan dan kekurangan air bersih.

Hozin menjelaskan, pendataan dilakukan langsung oleh tim BPBD bersama aparat desa.

"Hasilnya, terdapat 94 desa di Kabupaten Sampang ini yang terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih, tersebar di 12 kecamatan dari total 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang," katanya.

Ia menjelaskan, jenis kekeringan yang melanda 94 desa itu terdiri atas kering kritis, kering langka, dan kering terbatas.

Kering kritis merupakan kondisi kekeringan di mana jarak antara permukiman warga dengan sumber air bersih atau mata air terdekat lebih dari 3 kilometer.

Pada kondisi ini, warga sangat bergantung pada bantuan pasokan air bersih karena ketersediaan air sudah tidak mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari.

Kering Langka terjadi, apabila jarak ke sumber air antara 0,5 hingga 1 kilometer.

"Sedangkan kering langka terbatas, jika jarak ke sumber air antara 1 hingga 3 kilometer," katanya.

Adapun kecamatan yang masuk kategori kering kritis meliputi Kecamatan Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.

“Wilayah itu menjadi prioritas apabila dilakukan dropping air bersih,” terangnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Pemkab Sampang Moh Hozin lebih lanjut menjelaskan, wilayah dengan kategori kering langka di Kabupaten Sampang meliputi Kecamatan Banyuates, Pangarengan, dan Jrengik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.