Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan
📅 Selasa, 14 Jul 2026, 13:58 WIB | Oleh: SriyonoTapi Les Bleus tak akan dibuat kecut hati oleh performanya pada dua laga terakhir menghadapi La Roja itu, karena mereka memenangkan satu-satunya pertemuan dengan Spanyol pada Piala Dunia sebelum Piala Dunia 2026 saat Le Bleus menang 3-1 dalam 16 besar Piala Dunia 2006.
Ini bisa membesarkan hati Kylian Mbappe cs, apalagi Prancis sudah lebih sering bermain di semifinal Piala Dunia ketimbang Spanyol.
Prancis sudah tujuh kali bermain di semifinal Piala Dunia yang dua di antaranya berakhir dengan trofi juara pada 1998 dan 2018. Spanyol baru sekali, yakni 2010 saat mereka juara dunia.
Prancis juga menjadi tim yang paling konsisten dalam delapan tahun terakhir karena selalu masuk semifinal Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut. Hanya Jerman dan Brasil yang melakukan pencapaian serupa Prancis ini.
Tim asuhan Didier Deschamps itu kini berusaha menjadi tim ketiga setelah Brasil dan Jerman, yang tiga kali berturut-turut mencapai final Piala Dunia.
Prancis juga berusaha mengulang pola sukses Brasil pada periode 1994-2002, yakni juara dunia, lalu menjadi runner up dan akhirnya juara dunia lagi. Prancis adalah juara dunia 2018 dan runner up 2022.
Sebaliknya, Spanyol bisa mengulang pola 2010 ketika menjuarai Piala Dunia setelah dua tahun menjadi juara Piala Eropa. Pada 2024, Spanyol adalah juara Eropa.
Pokoknya, pertemuan antara kedua tim bisa dilihat dari banyak perspektif, yang untuk itu pertemuan mereka sering disebut sebagai salah satu rivalitas terbesar dan terpanas di dunia sepak bola modern.
Pertemuan ini juga menjadi simbol untuk profil liga profesional mereka, yang termasuk lima besar di Eropa.
Ligue 1 Prancis dengan 78 pemain dan LaLiga Spanyol dengan 74 pemain adalah penyumbang terbesar pemain dalam Piala Dunia 2026, setelah Liga Inggris dan Bundesliga.
Mereka menjadi kiblat sepak bola banyak tim Piala Dunia 2026.
Oleh karena itu, pertemuan di antara mereka adalah adu gengsi dan adu supremasi antara dua kiblat sepak bola, yang sama-sama menyerang tapi dengan penekanan penguasaan bola yang berbeda.
Jika penguasaan bola yang dilakukan Prancis lebih cair dan lebih vertikal, serta mengandalkan fisik yang kekar, maka Spanyol melakukannya lebih horisontal, yang berpusat pada umpan-umpan pendek, kendali posisi, dan penguasaan teknik, yang dikenal dengan tiki-taka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!