Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Pastikan Tidak Ada Macan Turun Gunung Serang Warga di Garut

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 16:15 WIB | Oleh:
Polisi Pastikan Tidak Ada Macan Turun Gunung Serang Warga di Garut Doc: Taman Nasional Ujung Kulon
Ket. Ilustrasi. Macan tutul di Taman Nasional Ujung Kulon

GARUT -- Kepolisian Resor Garut memastikan tidak ada macan atau binatang buas yang turun gunung kemudian menyerang warga di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat seperti yang dinarasikan dalam sebaran video di media sosial.

"Informasi mengenai adanya macan yang menerkam tiga warga di kawasan Gunung Papandayan adalah hoaks," kata Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, Kepolisian Resor Garut mendapatkan sebaran video dan narasi di media sosial dan pesan berantai Whatsapp terkait adanya tiga warga yang diterkam macan di wilayah Gunung Papandayan, Garut, sehingga sempat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Sebaran video itu, kata dia, kemudian oleh kepolisian ditelusuri yang ternyata tidak dapat dibuktikan kebenarannya terjadi di Garut, dan hasil penelusuran merupakan video lama terkait insiden ledakan di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

"Video yang beredar bukan merupakan kejadian di Garut, melainkan korban dari peristiwa ledakan di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat," katanya.

Ia mengatakan, video yang beredar di masyarakat itu tidak ada hubungannya dengan wilayah Garut atau bukan karena serangan binatang buas seperti yang dinarasikan akibat diterkam macan yang turun gunung.

Kepolisian, kata dia, juga telah mengkonfirmasi kepada pihak pengelola kawasan wisata Gunung Papandayan, dan dipastikan tidak ada kejadian tersebut, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," katanya.

Ia mengatakan, video yang beredar itu narasi sebenarnya terkait warga yang menemukan bekas peluru jenis mortir dalam kondisi masih aktif, tanpa menyadari bahaya, korban membuka proyektil dengan cara dipukul hingga terjadi ledakan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan video, foto, maupun tulisan yang belum dapat dipertanggungjawabkan sumber dan kebenarannya.

Jika suatu informasi itu belum dapat dibuktikan kebenarannya, kata dia, maka masyarakat tidak perlu membagikannya lagi ke orang lain karena akan semakin menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.

"Diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan informasi yang diduga merupakan hoaks, sehingga dapat dilakukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Masker Selam HUD yang Menampilkan Data Tepat di Depan Mata

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Masker Selam HUD yang Menam...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.