Riset: Mantan Pesepak Bola Alami Perubahan Struktur Otak, tetapi Belum Tunjukkan Penurunan Fungsi Kognitif
📅 Senin, 13 Jul 2026, 00:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPara peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini belum membuktikan adanya hubungan langsung antara bermain sepak bola dengan penyakit Alzheimer, penyebab paling umum dari demensia.
Selama ini, sebagian besar penelitian mengenai kerusakan otak pada atlet dilakukan melalui pemeriksaan setelah kematian atau telaah rekam medis untuk mempelajari Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE), penyakit degeneratif yang dikaitkan dengan benturan kepala berulang seperti sundulan maupun gegar otak.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, studi Imperial College mengikuti para mantan atlet sejak usia paruh baya sehingga memungkinkan para ilmuwan memantau perubahan neurologis jauh sebelum gejala demensia biasanya muncul.
Temuan ini juga sejalan dengan penelitian tim yang dipublikasikan pada 2025 terhadap 200 mantan pemain rugby, yang menunjukkan pola serupa berupa berkurangnya volume materi abu-abu otak dan meningkatnya tingkat kecemasan, tetapi tanpa penurunan fungsi kognitif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski hasil awal ini dinilai menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa penelitian masih berada pada tahap awal sehingga belum dapat digunakan untuk memprediksi risiko demensia pada setiap individu.
"Kami masih berada pada tahap yang sangat awal dalam menerjemahkan temuan-temuan ini menjadi prediksi risiko bagi setiap orang," ujar Parker.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!