Tangis Haru Warga Indramayu Pecah, 100 Rumah Akhirnya Nikmati Listrik Tenaga Surya.
📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 06:32 WIB | Oleh: Yebdi TrismarProgram Rumah Terang yang diinisiasi Baznas RI menjadi jawaban atas keterbatasan akses listrik yang selama ini mereka hadapi. Melalui pemanfaatan energi surya, keluarga-keluarga di wilayah terpencil itu kini memperoleh sumber energi yang ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan.
Bagi warga Cikawung, malam kini tak lagi identik dengan keterbatasan. Rumah-rumah yang dulu hanya diterangi nyala damar, kini memancarkan cahaya dari panel surya yang terpasang di atap-atap mereka.
Kolaborasi
Program Rumah Terang di Desa Cikawung ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dengan gerakan Listrik Mandiri Rakyat (Limar) demi menyediakan kebutuhan penerangan bagi masyarakat prasejahtera.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kolaborasi tersebut memanfaatkan inovasi Limar yang diinisiasi oleh pria asal Bandung, Ujang Koswara, untuk menghadirkan akses penerangan yang lebih layak bagi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan terhadap fasilitas listrik.
Program Rumah Terang Baznas ini menjadi satu dari 13 program prioritas Baznas dalam menjangkau kebermanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan masyarakat tidak mampu.
Lampu Limar dikembangkan sebagai upaya mengatasi persoalan "tuna cahaya", yakni kondisi masyarakat yang belum memperoleh akses penerangan memadai karena belum terjangkau jaringan listrik, terutama di wilayah terpencil.
Setiap rumah tangga mendapatkan satu paket instalasi pencahayaan yang terdiri dari panel surya, lima lampu, accu, dan perkabelan.
Memang lampu yang digunakan dalam program tersebut hanya berkapasitas daya 1 watt, namun menghasilkan tingkat pencahayaan yang diklaim setara lampu 10 watt dengan usia pakai lebih dari 10 tahun.
Lampu LED tersebut mulai dikembangkan sejak 2008 dan telah dimanfaatkan di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan untuk perawatannya pun tergolong mudah, hanya cukup membersihkan panel surya per tiga bulan sekali.
Selain membantu penyediaan penerangan, produksi lampu Limar juga melibatkan kalangan santri di sejumlah pondok pesantren, pemuda, serta mantan narapidana yang telah mengikuti program pembinaan keterampilan.
Zakat yang menerangi
Ketua Baznas RI Sodik Mujahid mengatakan Program Rumah Terang merupakan bagian dari ikhtiar Baznas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil. Menurut dia, akses terhadap energi merupakan kebutuhan dasar yang dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!