Masalah Keamanan Bikin Pustu Kampung Wapu di Mimika Belum Beroperasi, Ini Penjelasan Pemda.
📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 06:37 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Distrik/Kecamatan Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah mengatakan masalah keamanan menjadi alasan utama Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Wapu tidak beroperasi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kepala Distrik Jita Yunus Edoway di Timika, Jumat mengatakan Pustu Kampung Wapu sudah tidak beroperasi beberapa tahun terakhir ini karena kondisi lingkungan masyarakat yang tidak mendukung pelayanan kesehatan di wilayah itu.
"Dulu Pustu dibangun pemerintah sangat bagus, ada petugas kesehatan ditempatkan di sana untuk melakukan pelayanan. Namun kondisi masyarakat di sana tidak mendukung, kalau sudah dalam kondisi mabuk mereka mengamuk, melempar bahkan sampai membongkar pustu. Kondisi ini sangat mengganggu keamanan para tenaga kesehatan yang bertugas di sana sehingga pelayanan ditutup," ujarnya.
Ia menjelaskan wilayah Distrik Jita terbagi dalam dua delta sungai, delta pertama terdiri dari Kampung Sempan Timur, Jaitak, Noema, Wenin dan Kanmaperi. Lima kampung ini pelayanan kesehatan dipusatkan di Puskesmas Jita.
Sementara wilayah delta dua terdiri dari Kampung Wapu, Waituku, Sumapro, Blumen dan Wacakam. Wapu berada di delta dua bersama empat kampung lainnya yang pelayanan kesehatan dipusatkan di Pustu Kampung Waituku.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kampung Wapu agar tetap terlayani, pemerintah distrik duduk bersama para kepala kampung di wilayah delta dua termasuk Kampung Wapu menyepakati pelayanan kesehatan di wilayah itu dilayani di Pustu Kampung Waituku.
"Dan masyarakat di lima kampung di delta dua sudah sepakat bahwa ketika sakit maka akan dilayani pengobatan di Pustu Waituku. Sekarang tinggal empat kampung karena di Kampung Wacakam sudah ada pustu dan tenaga kesehatan di sana," ujarnya.
Yunus menegaskan bahwa pemerintah selalu hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah itu termasuk masyarakat di Kampung Wapu.
"Kalau ada pernyataan dari anggota DPRK Mimika yang mengatakan kami tidak memperhatikan pelayanan kesehatan masyarakat Kampung Wapu itu tidak tepat. Benar bahwa di Kampung Wapu Pustu tidak aktif, tetapi alasan kenapa pustu tidak aktif karena masalah keamanan. Sehingga penting untuk berkoordinasi dengan kami sebagai kepala wilayah di sana ketika menemukan hal-hal seperti ini," ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Distrik Jita juga akan membangun koordinasi dengan Kepolisian Resor Mimika untuk membangun Pos Polisi (Pospol) di Distrik Jita guna mendukung dan menjaga situasi Kamtibmas di wilayah itu.
"Di Jita sekarang hanya ada Koramil dan Satuan Tugas dari TNI. Polsek Jita sendiri belum ada sehingga kami kordinasinya dengan Distrik Agimuga. Kami sangat mengharapkan Polres Mimika bisa membangun Pospol di Distrik Jita," ujarnya.
Yunus mengatakan dalam waktu dekat Pemerintah Distrik Jita akan menyurati Kepolisian Resor Mimika agar dapat menempatkan personel untuk mendukung pelayanan kamtibmas masyarakat di wilayah itu.
"Kami akan surati Kapolres Mimika agar ada penepatan anggota di Distrik Jita. Karena ini sangat penting, sehingga hal-hal yang terkait dengan pembangunan dan pelayanan dapat berjalan optimal " ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!